Pembangunan Proyek PLTA Batangtoru Dipastikan Berlanjut

Lavinda & Antara, CNN Indonesia | Minggu, 10/06/2018 18:24 WIB
Pembangunan Proyek PLTA Batangtoru Dipastikan Berlanjut Ilustrasi Pembangkit listrik tenaga air. (Thinkstock/MasaoTaira)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, berlanjut setelah pengelola proyek selesai melakukan pembayaran atas pembebasan lahan demi kelancaran pembangunan tersebut.

"Kami sedang membuka lahan untuk membuat jalan akses terbatas menuju lokasi utama dari proyek PLTA Batangtoru. Hingga kini, kami telah berhasil membuka lahan hingga 40 persen dari panjang jalan jalan yang kami rencanakan," ujar Manajer Humas PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) Agus Supriono seperti dikutip dari Antara, Minggu (10/6).

Menurut dia, PLTA Batangtoru yang dirancang sebagai PLTA irit lahan itu merupakan proyek untuk memasok listrik di wilayah Sumatra.



Luas lahan yang telah dibebaskan untuk proyek tersebut pada kurun waktu 2013-2017 adalah sebesar 677 hektare, ditambah 12 hektare untuk 85 titik tapak menara transmisi.

"Seluruh proses hukum yang berkaitan dengan pembelian dan pembayaran lahan tahap pertama telah selesai dilakukan seluruhnya. Perusahaan telah membayar minimum empat kali lebih besar dari harga yang tertera di NJOP," ungkap Kuasa Hukum PT NSHE Syamsir Alam Nasution.

Dengan telah diselesaikannya urusan pembayaran lahan tersebut, maka pembuatan jalan akses terbatas menuju lokasi utama proyek pun telah dimulai sejak Desember 2017.

Selain itu, PT NSHE telah menyelesaikan berbagai kesiapan lain yang diperlukan untuk tetap menjaga keseimbangan lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati, juga hal-hal yang berhubungan dengan masalah-masalah sosial dan dampak lainnya dari proyek PLTA Batangtoru.


PLTA Batangtoru dirancang sebagai proyek yang berwawasan lingkungan, dengan minimnya penggunaan lahan sebagai dam yang hanya memerlukan 90 hektare.

Dam ini akan bekerja dengan metode run of river hydropower sehingga akan sangat bergantung pada ketersediaan dan debit air yang optimal.

"Melalui proyek PLTA Batangtoru ini kami pun bisa mendukung upaya pemerintah pusat dalam mengurangi emisi karbon di Indonesia," tambah Agus.

Pihaknya berharap dengan selesainya proses pembayaran lahan tahap pertama untuk kebutuhan proyek PLTA Batangtoru, maka bisa berkonsentrasi untuk menyelesaikan pembuatan jalan akses.



(lav)