PLN Perkirakan Konsumsi Listrik Turun 50 Persen Saat Lebaran

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Kamis, 14/06/2018 14:19 WIB
PLN Perkirakan Konsumsi Listrik Turun 50 Persen Saat Lebaran Ilustrasi listrik. (Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT PLN (Persero) memperkirakan lebaran akan memangkas konsumsi listrik di Jakarta. Perkiraan mereka selama lebaran konsumsi akan turun sampai separoh dari beban puncak rata- rata pada hari normal yang biasanya mencapai 5 ribu MW.

Penurunan tersebut terjadi akibat terhentinya aktivitas industri dan bisnis selama liburan. "Biasanya beban puncak di hari biasa 5 ribu MW di siang hari, 4.800 MW di malam hari, dengan libur Lebaran konsumsi listrik Jakarta tinggal 2.500 MW sampai 3.000 MW," kata GM PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya (Dis Jaya) M Ikhsan Asaad dalam keterangan resmi, Kamis (14/6).

Ikhsan mengatakan konsumsi akan naik biasanya pada saat malam Takbiran. Saat itu PLN memperkirakan konsumsi listrik malam Takbiran akan mencapai 2.922 MW dan sedang pada siangnya menjadi 2.818 MW.


Walau berpotensi turun, PLN tetap berjaga. Perseroan akan menyiagakan 1.616 personil selama 24 jam penuh di 18 lokasi area kantor distribusi agar pasokan listrik di Jakarta selama lebaran tetap aman.

PLN juga mempersiapkan sejumlah peralatan pendukung jika terjadi gangguan seperti UPS, genset, power bank dan Unit Genset Bergerak (UGB).



"Karena sebagai ibukota negara listrik di Jakarta harus tetap menyala, bukan hanya saat lebaran. Kami mempersiapkan personil lebih banyak agar ketersediaan pasokan listrik lebih terjamin, sehingga masyarakat bisa berlebaran dengan nyaman tanpa adanya gangguan kelistrikan," ujarnya.

Lebih lanjut, Iksan memastikan bahwa seluruh jaringan perseroan saat ini beroperasi normal. Untuk menghindari terjadinya gangguan saat libur lebaran, perseroan meniadakan pekerjaan pemeliharaan selama periode siaga Idul Fitri, pekerjaan hanya dilakukan untuk emergency atau perbaikan kerusakan.

Perseroan juga menyiagakan Detasemen Layanan Khusus (DENYANSUS) 123 yang berada di empat lokasi, yaitu Cempaka Putih, Tanjung Priok, Cengkareng dan Lenteng Agung.

Selama Libur lebaran, perseroan juga menjaga pasokan di lokasi-lokasi prioritas yakni di pelanggan VVIP, VIP, 11 rumah sakit, 6 transportasi, 13 media elektronik dan 324 masjid.

"Pasokan listrik ke Masjid Istiqlal ini salah satu yang kami monitor. Disana, kami pasang automatic change over (ACO), UPS 40 kVa dan juga genset. Kalau terjadi gangguan pasokan di penyulang maka dalam waktu 0,3 detik sudah dapat diantisipasi," pungkas Ikhsan.

Sebagai informasi, pasokan listrik DKI Jakarta disuplai oleh tujuh Sub Sistem (500/150 KVa). Kapasitas total pasokan listrik DKI Jakarta mencapai 11.353 MW yang disalurkan ke 55 gardu induk 150/20 kV dan 1 gardu induk 70/20kV. Pasokan listrik DKI Jakarta terhubung dengan kabel interkoneksi dan cadangan yang tersedia mencapai 8.000 MW.

(agt/bir)