Perang Dagang dengan AS, China Siapkan 'Tarif Balasan'

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Sabtu, 16/06/2018 12:08 WIB
Perang Dagang dengan AS, China Siapkan 'Tarif Balasan' Ilustrasi perdagangan ekspor impor. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perdagangan China memastikan bahwa pihaknya akan menyiapkan tarif balasan merespons kebijakan perang dagang Presiden AS Donald Trump. Pemerintah China saat ini mengklaim tengah menyusun kenaikan tarif.

China mengaku akan memasang tarif tinggi terhadap sekitar 1.000 produk-produk asal AS, terutama produk-produk kedirgantaraan, robotik, manufaktur, dan industri otomotif.

"China tak menginginkan perang dagang. Namun, kami akan segera meluncurkan langkah balasan, menyesuaikan tarif seperti yang telah diluncurkan oleh AS," tulis keterangan resmi Menteri Perdagangan China, seperti dilansir CNN.com, Sabtu (16/6).


Lebih lanjut diungkapkan bahwa China dengan penuh semangat akan mempertahankan kepentingan nasional, globalisasi, dan sistem perdagangan dunia yang adil.

"Semua perjanjian ekonomi dan perdagangan yang dicapai pada negosiasi sebelumnya akan dibatalkan pada saat yang bersamaan," tegas Menteri Perdagangan China.

Itu berarti, termasuk kesepakatan sementara untuk meningkatkan pembelian China terhadap barang-barang agrikultur dan energi dari AS.


Kementerian Keuangan China menyampaikan negaranya akan melakukan pembalasan perang dagang oleh AS dalam dua gelombang.

Yakni, 6 Juli 2018, China akan menerapkan tarif bea masuk 545 produk AS senilai US$34 miliar, antara lain produk-produk agrikultur, mobil, dan makanan laut.

Sedangkan, 114 produk lainnya, termasuk bahan kimia dan peralatan kesehatan, serta sektor energi akan dimulai setelahnya.


Sementara, AS menargetkan 800 produk ekspor China bernilai US$34 miliar dipatok tarif tinggi mulai 6 Juli 2018, dan 280 produk lainnya akan menyusul.

Sebelumnya, Trump setuju untuk menaikkan tarif bea masuk setelah melakukan pertemuan dengan pejabat ekonomi termasuk Menteri Keuangan Steven Mnuchin, Sekretaris Perdagangan Wilbur Ross, dan Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer.

Ia pertama kali mengumumkan perang dagang dengan China pada Maret lalu. Ia merasa kekayaan intelektual AS dicuri China.


"Kami memiliki masalah pencurian kekayaan intelektual yang luar biasa. Ini (keputusan perang dagang) akan membuat kami menjadi negara yang jauh lebih kuat, lebih kaya," ujar Trump.

US Bureau of Economic Analysis (2017) melaporkan, nilai ekspor AS ke China sebesar US$187 miliar. Nilai ini jauh lebih kecil dibanding nilai impor barang China ke AS, yakni sebesar US$524 miliar.

Pengaruhi perdagangan dunia

Perang dagang terjadi antara dua negara, tetapi hal ini membawa dampak pada perekonomian dunia. Dow Jones Industrial Average dilaporkan jatuh 200 poin kemarin setelah pengumuman kenaikan tarif. Perkiraan pertumbuhan ekonomi utama terpangkas karena meningkatnya proteksionisme.


Bank sentral Jerman memangkas proyeksi untuk ekonomi terbesar Eropa pada Jumat. Tak hanya terhadap China, AS juga mengenakan tarif terhadap produk baja dan alumunium dari Kanada, Meksiko dan Uni Eropa. Mereka dilaporkan akan 'menyerang balik' AS.

28 negara anggota Uni Eropa setuju bahwa kenaikan tarif bakal berdampak pada perdagangan dunia di kemudian hari.

"Saat ini, menabuh genderang perang dagang bukanlah kepentingan dunia. Kami memanggil semua negara untuk bertindak bersama untuk menghentikan sesuatu yang ketinggalan zaman ini dan bergerak mundur, dan secara tegas melindungi kepentingan umum semua umat manusia," kata Menteri Perdagangan China.


(bir)