Citibank Pastikan Kenaikan Bunga Deposito Dalam Waktu Dekat

Dinda Audriene Mutmainah, CNN Indonesia | Senin, 02/07/2018 13:03 WIB
Citibank Pastikan Kenaikan Bunga Deposito Dalam Waktu Dekat Citibank Indonesia memastikan akan menaikkan bunga depositonya dalam waktu dekat ini, sebagai respons kenaikan suku bunga acuan BI akhir pekan lalu. (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Citibank Indonesia memastikan akan menaikkan bunga depositonya dalam waktu dekat ini. Kenaikan bunga deposito sebagai respons kebijakan Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen pada akhir pekan lalu.

CEO Citibank Indonesia Batara Sianturi mengatakan penyesuaian bunga deposito akan dilakukan sesegera mungkin, mengingat bank yang bermarkas di Amerika Serikat tersebut belum menaikkan bunga simpanannya sejak pertama kali BI menaikkan bunga acuan pada Mei 2018.

"Sebentar lagi, kami akan menaikkan bunga deposito," ujarnya, Senin (2/7).


Kendati bunga deposito dipastikan naik, tidak demikian halnya dengan bunga kredit. Ia mengaku belum bisa memastikan kenaikan bunga kredit karena segmen dan portofolio masing-masing kredit yang berbeda-beda.

"Kredit akan kami naikkan bergantung, misalnya kredit korporasi akan merefleksikan pasar. Kalau pun naik ya bergantung dari portofolio masing-masing," jelas Batara.

Pun demikian, ia mengapresiasi langkah BI yang menaikkan bunga acuannya untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Maklum, nilai tukar rupiah beberapa waktu terakhir terus tertekan hingga sempat menyentuh angka Rp14.400 per dolar AS akibat kenaikan suku bunga The Federal Reserve, bank sentral AS.


Terkait kinerja Citibank Indonesia hingga kuartal I 2018, perusahaan mencatat penyaluran kredit tumbuh 11 persen dibandingkan dengan kuartal I 2017.

Adapun, rasio kredit bermasalah (Nonperforming Loan/NPL) gross sebesar 1,78 persen dan NPL nett sebesar 0,47 persen.

"Pertumbuhan kredit sepanjang tahun ini masih sesuai dengan rencana kami di angka delapan persen, NPL gross kami ingin di bawah tiga persen dan nett satu sampai dua persen," tandas Batara.


(bir)