JK Sebut Kenaikan Anggaran Gagal Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Priska Sari Pratiwi, CNN Indonesia | Selasa, 17/07/2018 12:41 WIB
JK Sebut Kenaikan Anggaran Gagal Pacu Pertumbuhan Ekonomi Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa kenaikan anggaran dari Rp1.000 triliun menjadi Rp2.200 triliun selama 10 tahun ini belum mampu dorong ekonomi. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan gelontoran anggaran besar yang dilakukan pemerintah 10 tahun belakangan ini belum memberikan manfaat besar ke ekonomi dalam negeri.

Terbukti, walaupun anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) selama 10 tahun belakangan ini sudah naik 100 persen dari Rp1.000 triliun menjadi Rp2.200 triliun, ekonomi tetap tumbuh sama saja.

"Ekonomi hanya tumbuh sekitar lima persen saja," katanya saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah 2018 di Jakarta, Selasa (17/7).



JK mengatakan rendahnya manfaat anggaran ke pertumbuhan tersebut terjadi karena anggaran lebih banyak digunakan untuk belanja barang ketimbang modal.

"Tahun ini, anggaran belanja barang Rp300 triliun, belanja modal Rp200 triliun, beda Rp100 triliun," katanya.

Masalah juga dipicu perencanaan dan pengawasan pembangunan yang lemah.

Menurutnya dua proses tersebut saat ini masih perlu ditingkatkan agar anggaran tersebut bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meratakan pembangunan di seluruh Indonesia.


JK mengatakan pemerintah saat ini sudah mempunyai Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kepolisian, kejaksaan dan KPK agar pengawasan tersebut bisa dilakukan.

Lembaga tersebut memiliki kewenangan luas, seperti melakukan audit, asistensi, evaluasi, pengawasan dan pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), pendidikan serta pelatihan.

Dengan kewenangan tersebut kata JK, kinerja pengawasan pengelolaan anggaran bisa ditingkatkan sehingga potensi penyelewengan penggunaannya bisa dicegah.

(agt/agt)