Produsen Sari Roti Bakal Beli Kembali Saham 10 Persen

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Selasa, 17/07/2018 15:49 WIB
Produsen Sari Roti Bakal Beli Kembali Saham 10 Persen Roti produksi PT Nippon Indosari Corporindo. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) telah mendapatkan restu dari pemegang saham untuk membeli kembali (buyback) saham maksimal 10 persen atau setara 618,6 juta lembar.

Vice President Investor Relations & Corporate Communications Lukito Kurniawan Gozali mengungkapkan buyback saham itu bisa dilakukan paling lambat selama 18 bulan ke depan.

"Kami mendapatkan restu dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk melakukan buyback saham," ucap Lukito, Selasa (17/7).



Harga pembelian buyback saham nantinya akan bergantung dari harga pasar, sehingga Lukito tak bisa menyebut nominal harga buyback saham yang akan dibeli secara pasti.

Bila merujuk pada harga penutupan sesi I hari ini, Selasa (17/7), harga saham Nippon Indosari Corporindo melemah 2,6 persen atau 25 poin ke level Rp935 per saham.

"Harga saham tidak bisa katakan karena tergantung dari pasar. Total transaksinya pun tidak bisa kami katakan," sambung Lukito.

Lebih lanjut, Lukito mengatakan aksi korporasi ini dilakukan guna menstabilkan harga saham perusahaan. Maklum, harga saham perusahaan sudah turun cukup dalam hingga 26,67 persen sejak awal tahun hingga penutupan sesi I hari ini.


Angka penurunan itu lebih dalam dibandingkan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi sebesar 7,75 persen sejak awal tahun sampai penutupan sesi I hari ini, di mana IHSG mendarat di level 5.862 siang ini.

"Melalui buyback saham ini, perusahaan berusaha menjaga harga saham pada tingkat yang baik dan akan memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam mengelola modal jangka panjang," papar Lukito.


Bangun Dua Pabrik Baru

Lukito mengatakan produsen roti bermerek Sari Roti ini tengah membangun dua pabrik roti yang berlokasi di Gresik dan Lampung. Rencananya, dua pabrik itu akan beroperasi mulai tahun depan.

"Dua pabrik itu diharapkan menjadi perpanjangan tangan perusahaan untuk selalu memberikan produk berkualitas," ucap Lukito.

Pembangunan dua pabrik itu menggunakan sebagian dana hasil raihan Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue yang diterbitkan akhir 2017 lalu.


"Pembangunan pabrik itu merupakan realisasi pemanfaatan dana hasil PUT I," terang Lukito.

Sejauh ini, perusahaan memiliki pabrik di Jawa Barat, Jawa Tengah, Medan, Banten, Palembang, dan Makassar. Perusahaan juga memiliki pabrik di Filipina. (lav/lav)