Sri Mulyani: Pendapatan Negara Tembus Rp2.000 Triliun di 2019

Agustiyanti & Galih Gumelar, CNN Indonesia | Kamis, 19/07/2018 08:47 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakini pendapatan negara akan menembus angka Rp2.000 triliun untuk pertama kalinya dalam sejarah pada tahun depan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (CNN Indonesia/Fajrian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakini pendapatan negara akan menembus angka Rp2.000 triliun untuk pertama kalinya dalam sejarah pada tahun depan. 

Pemerintah menargetkan penerimaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 akan menembus Rp2.189 triliun. Jumlah tersebut naik 15 persen jika dibandingkan dengan target sampai akhir tahun ini Rp1.903,8 triliun.

Adapun pada 2016, penerimaan negara hanya berada di angka Rp1.555,9 triliun, lalu meningkat ke angka Rp1.655,9 triliun pada tahun berikutnya.



Ia tak merinci pos penerimaan yang meningkat. Hanya saja, namun hanya menyebut penerimaan pajak nonmigas diharapkan bisa meningkat 16,6 persen tahun depan. Berdasarkan perhitungan, pajak nonmigas 2019 diharapkan bisa mencapai Rp1.615,95 triliun dari target tahun ini yang senilai Rp1.385,9 triliun.

"Jadi ini pertama kalinya pendapatan negara menembus Rp2.000 triliun, karena biasanya pendapatan negara selalu di bawah Rp1.900 triliun," jelas Sri Mulyani di Istana Bogor, Rabu (18/7).

Dengan pendapatan yang lebih besar, maka kemampuan pemerintah untuk membelanjakan anggaran bisa lebih besar. Hanya saja, angka pasti belanja negara tahun depan masih belum bisa dipastikan karena setiap menteri masih memberikan masukan terkait pagu indikatif belanja tahun depan.


Namun, berdasarkan kesepakatan antara pemerintah dan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR), belanja negara dipatok di rentang 14,2 persen hingga 15,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Presiden masih instruksikan beberapa hal, sehingga postur akhir masih belum dapat kami sampaikan," jelas dia.

Sri Mulyani juga optimistis penerimaan tahun depan menembus Rp2.000 triliun, setelah melihat proyeksi penerimaan tahun ini yang diperkirakan akan melebihi target.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, pendapatan negara di akhir tahun bisa mencapai Rp1.903 triliun atau Rp8,3 triliun lebih banyak dari target APBN yakni Rp1.894,7 triliun.

Untuk tahun ini, lanjut dia, penerimaan negara akan banyak ditopang oleh Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) seiring harga minyak yang meningkat dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Tak hanya itu, penerimaan bea dan cukai juga akan tumbuh melebihi target seiring pertumbuhannya mencapai 16,7 persen di semester I kemarin.


Hanya saja, ia memprediksi penerimaan pajak masih akan sedikit mengalami shortfall. Penerimaan perpajakan hingga akhir tahun ini diproyeksi mencapai Rp1.548,5 triliun atau 95,69 persen dari target APBN yakni Rp1.618,1 triliun.

"Meski begitu, kami masih ada ruang hingga akhir tahun dan penerimaan negara masih aman," pungkas dia. (lav/lav)