Direktur Utama PT MTN Truly Nawangsasi menyebutkan kreditur itu terdiri dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Riau Kepri.
Pinjaman itu dilakukan dengan Joint Mandated Lead Arranger and Bookrunners (JMLAB) dari Bank Mandiri, BNI, BCA, dan BRI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami optimis Jalan Tol Kunciran-Serpong dapat beroperasi tepat waktu. Semoga dengan kredit investasi ini bisa meningkatkan semangat untuk menyelesaikan proyek sesuai harapan," papar Truly dalam keterangan resmi, Jumat (20/7).
Pada 15 Juli 2018, Truly mengatakan proses pembangunan seksi 1 sebesar 55,9 persen dan seksi 2 sebesar 60,3 persen. Secara keseluruhan, ruas tol Kunciran-Serpong memiliki panjang 11,19 km.
"Nantinya, dengan beroperasinya Jalan Tol Kunciran-Serpong ini dapat mendistribusikan lalu lintas sehingga dapat menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing," terang Truly.
Sebagai informasi, Jasa Marga tak mengoperasikan PT MTN seorang diri. PT MTN merupakan perusahana konsorsium yang dibangun bersama ASTRA Infra. Dalam hal ini, kepemilikan saham Jasa Marga sebesar 60 persen dan sisanya 40 persen digenggam oleh ASTRA Infra.