Sejalan dengan penguatan rupiah, seluruh mata uang di dunia juga berhasil menguat dari dolar AS. Di kawasan Asia, dolar Hong Kong menguat 0,03 persen, dolar Singapura 0,1 persen, dan renmimbi China 0,15 persen.
Lalu, ringgit Malaysia 0,25 persen, yen Jepang 0,42 persen, dan won Korea Selatan 0,48 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di antara mata uang negara maju, euro Eropa menguat 0,14 persen, franc Swiss 0,12 persen, rubel Rusia 0,09 persen, poundsterling Inggris 0,07 persen, dan dolar Australia 0,06 persen.
Reza Priyambada, Analis Senior CSA Research Institute melihat rupiah berpeluang menguat hari ini di kisaran Rp14.469-14.548 per dolar AS.
Pasalnya, bank sentral China, People's of China akan melemahkan mata uangnya dari dolar AS untuk membantu ekspor Negeri Tirai Bambu.
Lihat juga:Minim Sentimen Negatif, IHSG Diramalkan Loyo |
"Ini untuk membantu ekspor China sebagai antisipasi imbas perang dagang dengan AS," katanya. (lav)