Semester I, Rugi Garuda Indonesia Diproyeksi Susut 30 Persen
SAH | CNN Indonesia
Selasa, 24 Jul 2018 07:11 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Garuda Indonesia Tbk (GIIA) optimistis rugi bersih sepanjang semester I tahun ini bakal turun sebesar 30 persen. Pada semester pertama tahun lalu, Garuda Indonesia membukukan rugi bersih senilai US$281,92 juta atau sekitar Rp3,7 triliun.
"Turun kurang lebih 30-an persen dari semester I tahun lalu," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Mansury di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (23/7).
Berdasarkan hitungan CNNIndonesia.com, dengan proyeksi penurunan tersebut, rugi bersih maskapai plat merah kemungkinan akan berkisar Rp2,6 triliun.
Kinerja Garuda selama enam bulan terakhir, diklaim Pahala, cukup baik. Ia menyebutkan perseroan mengalami pertumbuhan pendapatan dan dapat menurunkan pengeluaran.
Pada periode yang sama tahun lalu rugi bersih Garuda disebabkan oleh pembayaran tebusan amnesti pajak dan denda atas kasus persaingan usaha di Australia.
"Lebih baik dari sisi utilisasi pesawat, dari sisi kinerja keuntungan kita, dari sisi revenue kita bisa tumbuh, cost kita juga mengalami penurunan. Tapi angka persisnya nanti tgl 30 Juli," terang dia.
Sementara itu saat ditanya oleh pewarta apakah Garuda masih berpotensi meraup keuntungan di tahun ini, Pahala menyebut hal tersebut akan sangat tergantung dari harga bahan bakar.
"Nanti semuanya akan tergantung sama harga BBM," terang dia. (agi)
"Turun kurang lebih 30-an persen dari semester I tahun lalu," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Mansury di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (23/7).
Berdasarkan hitungan CNNIndonesia.com, dengan proyeksi penurunan tersebut, rugi bersih maskapai plat merah kemungkinan akan berkisar Rp2,6 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kinerja Garuda selama enam bulan terakhir, diklaim Pahala, cukup baik. Ia menyebutkan perseroan mengalami pertumbuhan pendapatan dan dapat menurunkan pengeluaran.
Pada periode yang sama tahun lalu rugi bersih Garuda disebabkan oleh pembayaran tebusan amnesti pajak dan denda atas kasus persaingan usaha di Australia.
Sementara itu saat ditanya oleh pewarta apakah Garuda masih berpotensi meraup keuntungan di tahun ini, Pahala menyebut hal tersebut akan sangat tergantung dari harga bahan bakar.
"Nanti semuanya akan tergantung sama harga BBM," terang dia. (agi)