Bisnis Jasa Keuangan Grup Astra Pastikan Tahan Suku Bunga

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Rabu, 25/07/2018 10:15 WIB
Bisnis Jasa Keuangan Grup Astra Pastikan Tahan Suku Bunga Ilustrasi penghitungan uang. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Astra International Tbk (ASII) memastikan lini bisnis jasa keuangannya tak akan mengerek suku bunga kredit dalam waktu dekat, meski Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin (bps) sepanjang tahun ini.

Direktur Astra International Suparno Djasmin mengatakan pihaknya masih akan mempertahankan suku bunga di perusahaan pembiayaan (multifinance) dan perbankan dalam jangka pendek.

"Sejauh ini kurang lebih sama, kami masih bertahan untuk cermati kondisi," ungkap Suparno, Selasa (24/7).



Suparno mengaku perusahaan akan melihat dampak kenaikan suku bunga acuan BI terhadap biaya dana yang dikeluarkan oleh perusahaan pembiayaan dan perbankan di bawah Astra International.

"Nanti dilihat cost of funding (biaya dana) nya," imbuh Suparno.

Secara terpisah, anak usaha Astra International, PT Federal International Finance (FIF) mengamini kebijakan induk usahanya untuk menahan suku bunga saat ini.

Direktur Utama FIF Margono Tanuwijaya mengatakan setidaknya manajemen akan menahan suku bunga hingga Juli 2018. Namun, demi mempertahankan kinerja keuangannya perusahaan akan melakukan efisiensi.


"Misalkan marketing kami kurangi," terang Margono.

Hal ini lantaran manajemen tak ingin membebani konsumen dengan bunga yang tinggi dan mengakibatkan industri motor turun. Hanya saja, jika BI kembali menaikkan suku bunga acuannya bukan berarti FIF tetap menahan suku bunganya di level saat ini.

"Tapi kalau naik terus ya ada batasnya, kalau sampai sekarang total 100 basis poin kami masih berupaya tahan," jelas Margono.

Beberapa anak usaha Astra International lainnya yang masuk dalam segmen jasa keuangan, antara lain PT Bank Permata Tbk, PT Astra Sedaya Finance, PT Astra Aviva Life, PT Toyota Astra Financial Services, dan PT Astra Mitra Ventura.


Pada kuartal I 2018, laba bersih segmen jasa keuangan secara grup turun 6 persen menjadi Rp1,1 triliun. Hal itu disebabkan penurunan kontribusi laba bersih Bank Permata dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Bank Permata mencatatkan laba bersih kuartal I 2018 hanya Rp164 miliar. Angka itu turun dibandingkan dengan kuartal I 2017 lalu yang mencapai Rp453 miliar. (lav/lav)