Proyek LRT Medan Ditaksir Butuh Investasi Rp12,23 Triliun

SAH, CNN Indonesia | Kamis, 26/07/2018 18:55 WIB
Proyek LRT Medan Ditaksir Butuh Investasi Rp12,23 Triliun Gerbong LRT yang beroperasi di Jakarta. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Proyek pembangunan kereta rel ringan (Light Rail Transit/LRT) di kota Medan, Sumatera Utara diperkirakan bakal menelan investasi hingga Rp12,33 triliun. Pembangunan proyek ini ditargetkan rampung pada 2020 mendatang.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Medan Wiriya Alrahman berharap kebutuhan investasi untuk proyek tersebut dapat diturunkan.

Pasalnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan meminta kepadanya agar meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di rentang 40 persen sampai 60 persen. Nilai proyek yang sebesar Rp12,33 triliun itu dihitung dengan asumsi TKDN sejumlah 28 persen.



"Itu pun harapan Pak Luhut supaya porsi pemakaian bahan dalam negeri bisa diperbesar sehingga bisa saja angkanya diturunkan," terang Wiriya di Kemenko Bidamg Kemaritiman, Jakarta, Kamis (26/7).

Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan pendanaan pada proyek tersebut. Hingga kini, pihaknya masih membahas porsi pendanaan proyek tersebut.

"Kami harap belanja modal (capital expenditure/capex) dibantu dari pemerintah pusat, opex (operation expense) di-KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha) khusus LRT," terang dia.


Wiriya mengklaim banyak investor yang berminat menaruh uangnya di proyek LRT Medan. Hanya saja, ia enggan menyebutkan investor yang sudah berminat. Proses lelang rencananya akan dilakukan pada semester II 2019.

Proyek LRT Medan rencananya akan dibangun sepanjang 17,3 kilometer dengan trase meliputi wilayah selatan Medan. Ia mengatakan proyek ini tidak akan memerlukan pembebasan lahan.

"Diupayakan tidak ada pembebasan lahan jadi unt LRT panjangnya17.3 km," jelas dia. (agi/agi)