Jokowi Perintahkan Pertamina Percepat Pembangunan Kilang

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Kamis, 02/08/2018 19:19 WIB
Jokowi Perintahkan Pertamina Percepat Pembangunan Kilang Pelaksana Tugas Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyatakan Presiden Jokowi memerintahkan perusahaannya segera bangun kilang. Dok. Pertamina via Facebook)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan PT Pertamina (Persero) untuk mempercepat pembangunan kilang baru di Tuban, Jawa Timur. 

Ia juga memerintahkan perusahaan tersebut untuk segera mempercepat proses perbaikan kapasitas kilang (Refinery Development Master Plan/RDMP) Balikpapan.

Perintah tersebut langsung diberikan kepada Pelaksana Tugas Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati di Istana, Kamis (2/8) siang. "Tadi ditanya kemajuan pembangunan, sampai sejauh mana. Kemudian Beliau minta dipercepat," katanya di Komplek Istana Negara, Kamis (2/8).


Sayang, Nicke enggan menjelaskan sampai sejauh mana perkembangan pembangunan dua kilang tersebut. Sekedar iformasi pembangunan Kilang Tuban mulai dilaksanakan Pertamina.

Mereka bekerja sama dengan perusahaan asal Rusia Rosneft Oil Company dengan membentuk perusahaan patungan bernama PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP).

Kilang berkapasitas 300 ribu barel per hari dan menelan dana US$15 miliar atau Rp216 triliun (kurs Rp14.400 per dolar AS) ditargetkan selesai 2024 mendatang. 


Langkah itu, lanjut Nicke, merupakan bagian dari percepatan konstruksi kilang Balikpapan. Tak hanya Balikpapan, Pertamina juga membuka kemitraan untuk kilang lainnya.

"Kenapa kami open untuk kilang Balikpapan, karena konstruksinya akan berjalan tahun ini," jelas Nicke.

Kedua proyek tersebut merupakan bagian dari megaproyek kilang Pertamina yang diharapkan bisa memiliki kapasitas sebesar 2,3 juta barel per hari pada tahun 2025 mendatang. Saat ini, kapasitas kilang existing Pertamina tercatat 1,04 juta barel.

Selain Balikpapan, RDMP yang tengah dilakukan Pertamina juga dilakukan di Dumai, Balongan, dan Cilacap. Sementara itu, selain Tuban, Pertamina juga akan membangun kilang baru di Bontang.

Sementara itu, RDMP Balikpapan  pengembangan akan dilaksanakan dalam dua fase. Fase pertama adalah peningkatan kapasitas minyak terdistilasi (Crude Distilate Unit) dari 230 ribu barel per hari menjadi 360 barel per hari seharusnya selesai 2019. 


Langkah itu, lanjut Nicke, merupakan bagian dari percepatan konstruksi kilang Balikpapan. Tak hanya Balikpapan, Pertamina juga membuka kemitraan untuk kilang lainnya.

"Kenapa kami open untuk kilang Balikpapan, karena konstruksinya akan berjalan tahun ini," jelas Nicke.

Kedua proyek tersebut merupakan bagian dari megaproyek kilang Pertamina yang diharapkan bisa memiliki kapasitas sebesar 2,3 juta barel per hari pada tahun 2025 mendatang. Saat ini, kapasitas kilang existing Pertamina tercatat 1,04 juta barel.

Selain Balikpapan, RDMP yang tengah dilakukan Pertamina juga dilakukan di Dumai, Balongan, dan Cilacap. Sementara itu, selain Tuban, Pertamina juga akan membangun kilang baru di Bontang.

Sementara itu, fase kedua yakni peningkatan kualitas produk dari Euro II ke Euro IV. Pengembangan fase kedua ini dimulai tahun 2020 dan selesai tahun 2022.

Belakangan sebagaimana tercantum dalam surat Menteri BUMN tertanggal 29 Juni 2018, Pertamina diperbolehkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan spin off unit bisnis kilang Balikpapan.

Dengan demikian, maka Pertamina diperbolehkan mencari mitra strategis dalam mengelola kilang Balikpapan.


(agt/agt)