Namun dalam perhitungan tahunan, surplus perdagangan China dengan Amerika Serikat sepanjang Januari-Juli tercatat US$161,63 miliar, atau lebih tinggi dibanding surplus pada periode yang sama tahun lalu sekitar $ 142,75 miliar.
Dikutip dari Reuters, posisi neraca perdagangan China yang menguntungkan dengan Amerika Serikat telah lama menjadi titik rawan dalam hubungan perdagangan dan menjadi pusat pertikaian sengit antara dua ekonomi terbesar dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bulan lalu, AS mengenakan tarif pada sekitar US$34 miliar impor China. Beijing segera menanggapi dengan memungut pajak atas nilai yang sama dari produk AS,
Dalam perkembangan terbaru, Trump mendesak China untuk merundingkan konsesi perdagangan. AS akan mulai mengenakan tarif sebesar 25 persen terhadap produk China yang senilai US$16 miliar pada 23 Agustus mendatang.
Data China hari ini merupakan gambaran awal dari kondisi perdagangan Negeri Tirai Bambu itu, setelah perang dagang dimulai. Tepatnya, saat AS mengenakan bea masuk oleh terhadap US$34 miliar impor China yang mulai berlaku 6 Juli 2018.
Kondisi itu bisa semakin memanas jika penurunan tajam yuan dalam beberapa bulan terakhir terus berlanjut. AS berulang kali mengkritik kebijakan China yang memanipulasi pelemahan mata uangnya untuk memperoleh keuntungan dalam perdagangan global.
Para ekonom mengatakan China tampaknya mengambil pendekatan yang lebih lepas tangan terhadap yuan. Hal itu ditandai dengan depresiasi yuan pada level terburuk dalam empat bulan terakhir. Hal ini dianggap mampu memulihkan kinerja para eksportir yang tengah menghadapi risiko dalam perdagangan global.
Ekonom senior ANZ Betty Wang memperkirakan Beijing kemungkinan akan menahan diri untuk terus menggunakan kebijakan pengetatan mata uang sebagai senjata dalam perang dagang.
"Devaluasi mata uang yang mungkin telah membantu ekspor sampai batas tertentu, sebagian besar didorong oleh pasar dan bukan alat kebijakan yang disukai oleh pembuat kebijakan China sebagai tindakan balasan," kata Wang.
Analis masih memperkirakan neraca perdagangan China akan terus menyusut dalam beberapa bulan mendatang, sebagai bagian dari perseteruan tarif perdagangan. (reuters/agi)