Dunia Usaha Respons Positif Calon Presiden dan Wakil Presiden

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 14:44 WIB
Dunia Usaha Respons Positif Calon Presiden dan Wakil Presiden Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dunia usaha merespon positif calon presiden dan wakil presiden yang akan berlaga dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang. Mereka menilai calon-calon yang maju cukup membuat nyaman dunia usaha.

Untuk calon Presiden Joko Widodo, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi Sukamdani mengatakan bahwa sosok Ma'ruf Amin yang dipilih menjadi calon wakil presiden cukup ia respon positif.

Ia memandang bahwa keberadaan Ma'ruf di samping Jokowi membuat dunia usaha lega.


Keberadaan Ma'ruf bisa membuat gejolak politik akibat intoleransi dan politik identitas yang pernah terjadi pada periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi bisa diredam dan bahkan dicegah.



Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan Juan Permata mengatakan dengan situasi tersebut, dunia usaha berharap kalau nanti Jokowi terpilih untuk kali kedua bisa bekerja lebih fokus dalam mewujudkan programnya.

"Jadi mudah-mudahan tidak ada lagi intoleransi dan konflik politik identitas seperti yang terjadi selama ini,"kata Hariyadi kepada CNNIndonesia.com, Jumat (10/8).

Sementara itu untuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mengatakan bahwa keberadaan pasangan tersebut cukup melengkapi Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Mereka sudah memenuhi kebutuhan pasar. "Sudah segaris dengan kebutuhan, Jokowi sudah membenahi ekonomi, Prabowo kalau sesuai janji langsung menusuk ke jantung masalah ekonomi," katanya.

Selain itu kata Ade, khadiran pasangan Prabowo dan Sandi juga memberikan alternatif bagi masyarakat untuk memilih pemimpinnya pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang.



Terjebak

Meskipun menyambut positif Hariyadi berharap, baik pasangan Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi kalau salah satu di antara mereka terpilih, bisa melaksanakan tugas dengan baik.

Untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf, ia berharap tidak terjebak atau tersandera oleh partai politik pendukung.

Harapan disampaikan karena ia khawatir, dukungan politik besar yang ia terima dari partai pendukung bakal membuat Jokowi tersandera dalam memilih anggota tim kabinetnya.

Ia khawatir, sandera tersebut nantinya akan membuat kabinet diisi oleh orang yang tidak kompeten.

"Itu kekhawatiran kami," katanya.
(agt)