JEDA

Bambang Brodjonegoro Doyan Nonton Film dan Gemari Avengers

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Minggu, 12/08/2018 10:27 WIB
Bambang Brodjonegoro Doyan Nonton Film dan Gemari Avengers Bambang Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Kabinet Kerja. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sosok pahlawan dengan kekuatan super (superhero) rupanya tak hanya menjadi kegemaran kebanyakan anak laki-laki, namun para orang dewasa. Tak terkecuali, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Kabinet Kerja.

Peracik strategi pembangunan di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu bahkan menyukai superhero kekinian yang tergabung dalam tim Avengers, kelompok pahlawan super dalam film produksi Marvel Entertainment.

"Film-film Marvel itu saya ikuti, apalagi Avangers. Saya senang nonton mereka (para superhero) saat mereka bergabung jadi Avengers," ucap Bambang saat berbincang santai dengan CNNIndonesia.com, akhir Juli lalu.


Menurutnya, film Avengers yang berisi banyak superhero, seperti Ironman, Captain America, Hulk, Thor, dan Spiderman membuat pengemasan film menjadi lebih seru ketimbang film-film yang hanya menampilkan satu superhero sebagai tokoh utama.


"Kalau film yang hanya khusus satu, misalnya tentang Captain America saja, itu agak membosankan, meski saya tonton juga. Tapi kalau ramai-ramai itu lebih bagus, seru, ya senang saja menonton mereka ramai-ramai bekerja sama," katanya.

Selain itu, menurutnya, pengemasan film Avengers membuat konflik antara satu superhero dengan yang lainnya menjadi terhubung, sehingga menghasilkan kisah yang lebih menarik.

Belum lagi, film superhero asal Amerika Serikat (AS) itu dinilai kian humanis karena ada unsur kisah keluarga. Ia menduga hal ini tak terlepas dari peran The Walt Disey Company, yang membeli Marvel pada 2009 lalu.

"Sekarang cara bikin filmnya sudah 'Disney Way'. Disney itu kan jago buat film untuk keluarga, jadi semakin banyak unsur keluarganya, membuat terharu, sehingga lebih manusiawi dan tidak mengkhayal semua," ungkapnya.

Tak ketinggalan, ia juga menilai pengemasan film, mulai dari teknik pengambilan gambar, edit visual, hingga teknologi yang digunakan dalam film Avengers dan Marvel lainnya, kian ciamik.

"DC sebenarnya saya ikuti juga, misalnya Justice League, tapi rasanya tidak terlalu bagus. Bagi saya, Marvel lebih bagus, lebih seru," kekeh mantan Menteri Keuangan itu.

Tak hanya keranjingan dengan superhero, Bambang rupanya juga senang menonton film layar lebar berdasarkan kisah nyata atau based on true story. Film-film tersebut kerap memberi inspirasi baginya karena menceritakan sosok tokoh besar di dunia atau kejadian-kejadian penting dalam sejarah.

"Pokoknya kalau ada tulisan based on true story, hampir pasti saya tonton, kecuali true story tapi film horor. Dulu saya pernah tertipu, ternyata film horor. Itu saya tidak mau, saya paling tidak suka horor," keluhnya.

Nah, kesukaannya menonton film kisah nyata itu membuat Bambang turut menggemari Netflix yang masih cukup kekinian bagi masyarakat Indonesia. Netflix merupakan layanan menonton film dan tayangan lain secara berbayar di perangkat elektronik yang terhubung dengan jaringan internet.

Ia bilang, sudah ada beberapa serial tayangan di Netflix yang diikutinya, seperti Narcos, kisah tentang Pablo Emilio Escobar, seorang gembong dan pengedar narkoba di Kolombia.

"Saya juga pernah ikuti serial Designated Survivor. Sekarang sedang rutin menonton Vietnam War," tutupnya. (lav/lav)