Rupiah Meradang di Tengah Penguatan Mata Uang Asia

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Kamis, 16/08/2018 09:45 WIB
Rupiah Meradang di Tengah Penguatan Mata Uang Asia Nilai tukar rupiah dibuka di posisi Rp14.618 per dolar AS pada perdagangan hari ini, melemah dibandingkan kemarin yang sebesar Rp14.576 per dolar AS. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah dibuka di posisi Rp14.618 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot hari ini, Kamis (16/8). Posisi ini melemah 42 poin atau 0,28 persen dari penutupan kemarin pada posisi Rp14.576 per dolar AS.

Pelemahan rupiah berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang Asia. Rupiah hanya melemah bersama yen Jepang sebesar 0,07 persen.

Dolar Hong Kong justru menguat 0,01 persen, ringgit Malaysia 0,04 persen, baht Thailand 0,15 persen, won Korea Selatan 0,2 persen, peso Filipina 0,21 persen, dolar Singapura 0,21 persen, dan renmimbi China 0,27 persen.


Begitu pula dengan mata uang utama negara maju. Dolar Australia menguat 0,3 persen, euro Eropa 0,23 persen, poundsterling Inggris 0,15 persen franc Swiss 0,09 persen, dan dolar Kanada 0,06 persen.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada memproyeksi rupiah tertahan di zona merah pada hari ini karena pelaku pasar diperkirakan kembali meningkatkan permintaan dolar AS. Akibatnya, dolar AS diramal menguat.

"Ditambah lagi masih ada sejumlah sentimen yang dianggap kurang baik, sehingga bisa membuat rupiah kembali melemah," kata Reza.


Menurut dia, pasar melihat sentimen kurang baik itu dari keputusan Bank Indonesia (BI) yang baru saja mengerek tingkat bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5 persen.

Pasar semula menganggap keputusan BI ini positif, namun belakangan hal ini dilihat justru dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, sehingga berbalik menjadi sentimen negatif bagi pasar.

"Dari luar, masih ada kekhawatiran akan penyebaran resesi ekonomi Turki yang membuat permintaan akan dolar AS meningkat," tandasnya.


(bir)