Dalam Buku Nota Keuangan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019, anggaran tersebut Rp56,8 triliun, di antaranya dialokasikan melalui belanja di beberapa kementerian dan lembaga.
Presiden Jokowi dalam pidato Nota Keuangan RAPBN 2019 di Gedung DPR, Kamis (16/8), mengatakan bahwa pemerintah akan berupaya menjaga ketersediaan pasokan pangan agar kebutuhan pokok masyarakat terjamin dan inflasi terkendali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Tahun Depan, Jokowi Suntik PLN Rp10 Triliun |
Rinciannya, pertama, sebesar Rp21,7 triliun untuk Kementerian Pertanian.
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR 2018, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/8). () |
Ketiga, sebesar Rp2,8 triliun yang dialokasikan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Anggaran tersebut diarahkan untuk meningkatkan produksi baik perikanan tangkap, perikanan budi daya, serta produk perikanan lain.
Keempat, sebesar Rp20,8 triliun dialokasikan di Kementerian Sosial. Anggaran tersebut dialokasikan untuk program beras sejahtera.
Di lembaga penelitian, anggaran digelontorkan untuk membuat kajian soal peningkatan produktivitas pangan.
Cita-cita untuk meningkatkan kapasitas produksi tersebut sebenarnya sudah disampaikan Jokowi semenjak awal pemerintahannya.
Area persawahan Rorotan, Jakarta Utara, Kamis, 24 Mei. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Tapi, sampai dengan empat tahun, tekad tersebut belum sepenuhnya bisa terwujud. Untuk beras, capaian tersebut bisa dilihat dari kebijakan impor beras yang masih lakukan pemerintahannya sampai 2018 ini.
Tahun ini, pemerintah masih mengeluarkan persetujuan impor 1 juta ton beras.
(arh)
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR 2018, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/8). ()
Area persawahan Rorotan, Jakarta Utara, Kamis, 24 Mei. (