IHSG Bergejolak, BPJS Kesehatan Hati-hati Taruh Duit di Saham

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Selasa, 21/08/2018 06:01 WIB
IHSG Bergejolak, BPJS Kesehatan Hati-hati Taruh Duit di Saham BPJS Kesehatan mengaku bakal lebih hati-hati dalam menempatkan dana investasinya di keranjang saham, seiring dengan anjloknya IHSG belakangan. (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha).
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengaku bakal lebih hati-hati dalam menempatkan dana investasinya di keranjang saham, seiring dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini.

Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso menyebut kondisi pasar saat ini memang memburuk.

"Teori investasi, harus berhati-hati kalau indeks turun, bagaimana mitigasinya," tutur Kemal, Senin (20/8).


Seperti diketahui, IHSG terjerembab ke jurang pelemahan beberapa bulan terakhir. Namun, pelemahan IHSG paling parah terjadi pada pekan lalu dipengaruhi oleh gejolak ekonomi Turki, mata uang lira, dan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat IHSG pekan lalu anjlok 4,83 persen ke level 5.783 dari pekan sebelumnya yang masih berada di level 6.077.

Hal itu menyebabkan nilai kapitalisasi pasar BEI ikut menurun 4,83 persen dari Rp6.850 triliun menjadi Rp6.519 triliun.

Meski hati-hati, manajemen tak terlalu khawatir dengan kondisi pasar saham dalam negeri karena portofolio sahamnya terbilang kecil.


"Porsi investasi BPJS Kesehatan di saham relatif kecil, kecil sekali," terang Kemal.

Selain saham, BPJS Kesehatan juga menempatkan investasinya di berbagai jenis reksa dana. Sayangnya, ia enggan memaparkan detil mengenai jumlah dana yang diinvestasikan ke reksa dana maupun investasi lainnya.

Adapun, pada akhir tahun lalu aset dana kelolaan BPJS Kesehatan menyentuh angka sekitar Rp7,2-Rp7,3 triliun.


(bir)