AS Yakin Menangkan Perang Dagang dengan China
Agus Triyono | CNN Indonesia
Jumat, 24 Agu 2018 06:06 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Amerika Serikat (AS) yakin akan memenangkan perang dagang yang mereka lakukan dengan China.
Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross seperti dikutip dari Reuters Kamis (23/8) mengatakan keyakinan ia dasarkan pada kekuatan ekonomi yang dimiliki AS.
Ross mengklaim bahwa ekonomi AS lebih kuat dan siap dalam menghadapi perang dagang dengan China, ketimbang ekonomi Negeri Tirai Bambu tersebut.
"Kami memiliki lebih banyak peluru dar mereka, mereka juga tahu itu," katanya.
Walaupun demikian, bank sentral AS The Fed mengatakan bahwa perang dagang bisa memberikan ancaman besar ke ekonomi AS.
Dampak paling mereka risaukan adalah peningkatan inflasi dan berkurangnya gairah investor untuk berinvestasi di AS.
Anggota komite The Fed dalam risalah rapat yang dikeluarkan Agustus ini mengatakan bahwa dampak tersebut sudah mulai bisa dirasakan.
Sejumlah investor mulai mengurangi atau menunda investasi mereka karena ketidakjelasan kebijakan perdagangan.
Bahaya yang sama juga diingatkan oleh Asosiasi Nasional untuk Bisnis dan Ekonomi (NABE) AS.
Melalui hasil survei yang mereka lakukan terhadap 251 ekonom dan pebisnis, mereka menyatakan bahwa perang dagang bisa merugikan ekonomi AS.
(reuters)
Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross seperti dikutip dari Reuters Kamis (23/8) mengatakan keyakinan ia dasarkan pada kekuatan ekonomi yang dimiliki AS.
Ross mengklaim bahwa ekonomi AS lebih kuat dan siap dalam menghadapi perang dagang dengan China, ketimbang ekonomi Negeri Tirai Bambu tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walaupun demikian, bank sentral AS The Fed mengatakan bahwa perang dagang bisa memberikan ancaman besar ke ekonomi AS.
Lihat juga:Perang Dagang, China akan Gugat AS ke WTO |
Dampak paling mereka risaukan adalah peningkatan inflasi dan berkurangnya gairah investor untuk berinvestasi di AS.
Anggota komite The Fed dalam risalah rapat yang dikeluarkan Agustus ini mengatakan bahwa dampak tersebut sudah mulai bisa dirasakan.
Sejumlah investor mulai mengurangi atau menunda investasi mereka karena ketidakjelasan kebijakan perdagangan.
Bahaya yang sama juga diingatkan oleh Asosiasi Nasional untuk Bisnis dan Ekonomi (NABE) AS.
Melalui hasil survei yang mereka lakukan terhadap 251 ekonom dan pebisnis, mereka menyatakan bahwa perang dagang bisa merugikan ekonomi AS.
(reuters)