Gudang Garam Pesimis Pembangunan Bandara Kediri Bakal Mulus

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Selasa, 28/08/2018 19:41 WIB
Gudang Garam menyebut masuknya proyek Bandara Kediri ke dalam proyek strategis tak menjamin seluruh permasalahan dalam penyelenggaraan proyek bakal tuntas. Gudang Garam. (www.gudanggaramtbk.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Gudang Garam Tbk menyebut masuknya proyek Bandara Kediri ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tidak menjamin seluruh permasalahan dalam penyelenggaraan proyek bakal tuntas. Kendati demikian, perusahaan tetap berharap pembangunan bandara ini dapat segera rampung.

Direktur Gudang Garam Istata Sidharta tidak mau merinci permasalahan yang dimaksud. Ia juga tidak menjawab apakah pembebasan lahan merupakan proses yang mengalami kendala. Namun, ia mengatakan bahwa sampai saat ini proses pembebasan lahan masih berjalan dengan baik.

"Walau sudah masuk PSN, kami tetap berharap bandara ini bisa lebih cepat mulai dan selesai. Tapi kendalanya masih banyak, belum ada jaminan 100 persen akan tuntas masalahnya," jelas Istata, Selasa (28/8).


Meski demikian, ia menganggap bahwa masuknya bandara Kediri ke dalam daftar PSN tetap signifikan. Menurutnya, PSN adalah cerminan komitmen pemerintah untuk membantu Gudang Garam menyelesaikan permasalahan yang ditemui di lapangan.

"Artinya memang pemerintah full support untuk pembangunan ini," jelas dia.


Selain itu, ia juga masih belum menyebut berapa nilai investasi yang akan digelontorkan perusahaan untuk proyek tersebut. Menurut Istata, pembangunan bandara merupakan proyek baru bagi Gudang Garam sehingga ia belum mampu menaksir pasti belanja modal yang dibutuhkan.

Namun, proyek tersebut diperkirakan menelan investasi maksimal Rp10 triliun.

Tak hanya itu, perusahaan juga masih membuka peluang untuk bermitra dengan perusahaan lain jika berminat membangun bandara. Gudang Garam pun belum berniat mencari pendanaan lain, selain pendanaan internal untuk konstruksi proyek ini.

"Dan kami juga upayakan landasan pacu yang dibangun bisa sesuai dengan standar internasional," pungkas dia.


Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peratuan Presiden Nomor 56 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Di dalam beleid yang ditandatangani 20 Juli 2018 itu, sebanyak 227 proyek masuk ke dalam daftar PSN terbaru ini, atau berkurang dibanding aturan sebelumnya yakni 245 PSN di dalam Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017.

Adapun, salah satu proyek baru yang masuk ke dalam daftar PSN baru ini adalah bandara Kediri. Rencananya, bandara tersebut akan dibangun Gudang Garam di Kediri bagian barat dengan luas lahan sekitar 300-400 hektare.

Karena sudah masuk PSN, maka Menurut Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016, Bandara Kediri dijanjikan mendapatkan rekomendasi perizinan dan nonperizinan dari kepala daerah paling lambat lima hari, di mana rekomendasi ini akan diserahkan kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Setelah itu, BKPM akan memproses perizinan tersebut dalam jangka waktu lima hari melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Tak hanya itu, pembebasan lahannya pun bisa menggunakan payung hukum Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum. Beleid itu menyebut, pembebasan lahan bagi pembangunan akan dilakukan oleh pemerintah dengan kompensasi yang dianggap adil. (agi/agi)