"Jadi, masih ada 6,5 juta kl (Premium) yang belum direalisasikan oleh PT Pertamina (Persero)," ujar Fansurullah dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII di Gedung DPR, Selasa (28/8).
Melihat realisasi penyaluran Premium hingga 27 Agustus 2018, Fansurullah memastikan pasokan Premium aman hingga akhir tahun. Saat ini, penugasan penjualan Premium dilakukan di seluruh Indonesia, tidak hanya di luar wilayah Jawa-Madura-Bali. Premium dibanderol seharga Rp6.450 per liter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tren penurunan konsumsi Premium telah terekan selama beberapa tahun terakhir. Pada 2015, realisasi konsumsi Premium tercatat 12,23 juta kl atau 89,66 persen dari kuota yang mencapai 13,64 juta kl.
Pada 2016, konsumsi Premium menurun menjadi 10,62 juta kl dari kuota 13 juta kl. Tahun lalu, konsumsi Premium tercatat hanya 7,04 juta kl atau hanya 56,37 persen dari kuota. (agi)