China Pangkas Pajak Demi Dongkrak Ekonomi

agt, CNN Indonesia | Jumat, 31/08/2018 06:50 WIB
Pemerintah China memutuskan untuk menurunkan tarif pajak untuk mendorong ekonomi mereka yang belakangan ini melesu akibat perang dagang. Pemerintah China memangkas pajak untuk mengurangi beban usaha agar ekonomi yang tertekan akibat perang dagang bisa tumbuh bagus. (REUTERS/Jason Lee).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah China memutuskan memangkas tarif pajak mereka untuk menurunkan beban perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha agar ekonomi Negeri Tirai Bambu yang saat ini tertekan akibat perang dagang bisa tetap kuat.

Dewan Negara China Kamis (30/8) ini mengumumkan bahwa pemangkasan tarif pajak tersebut bisa mengurangi beban perusahaan sampai dengan US$6,59 miliar.

"Memangkas pajak dan mengurangi beban usaha adalah inisiatif utama dalam menerapkan kebijakan fiskal aktif dan memastikan ekonomi China tetap stabil," kata mereka seperti dikutip dari Reuters, Kamis (30/8).


China dan Amerika Serikat (AS) saat ini sedang 'berperang' dalam bisnis dagang.  Terbaru, kedua negara saling berbalas tarif atas produk bernilai US$16 miliar Kamis (23/8) kemarin.


Juru Bicara Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China Cong Liang beberapa waktu lalu mengatakan perang dagang berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi China. 

Dampak sudah mulai terasa pada pertumbuhan ekonomi kuartal II 2018 yang hanya mencapai 6,7 persen atau lebih rendah dibanding kuartal pertama yang masih berhasil mencapai 6,8 persen.

Dampak juga sudah terasa pada kinerja usaha di China.

Dalam waktu tiga bulan terakhir, laba perusahaan China terus merosot. Biro Pusat Statistik (BPS)  China awal pekan ini menyatakan bahwa keuntungan industri China per Juli 2018 hanya tumbuh 16,2 persen, turun jika dibandingkan Juni yang masih bisa mencapai 20 persen.


Agar pelemahan pertumbuhan tersebut tidak berlanjut, pemerintah China juga akan meningkatkan belanja mereka.

Menteri Keuangan China Liu Kun mengatakan peningkatan anggaran dilakukan untuk membantu pekerja dan pengangguran yang terdampak oleh perang dagang.

Selain meningkatkan belanja tersebut, China juga akan meningkatkan investasi mereka di bidang infrastruktur.

Rencananya mereka akan menggelontorkan sekitar US$145,48 miliar atau setara Rp2.126 triliun ke sektor infrastruktur agar dampak perang dagang terhadap China bisa diminimalisir.


Anggaran tersebut akan digelontorkan pada akhir kuartal ini.

(agt/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK