China Ingin WTO dan Sistem Perdagangan Dunia Direformasi

agt, CNN Indonesia | Jumat, 14/09/2018 14:20 WIB
China Ingin WTO dan Sistem Perdagangan Dunia Direformasi China serukan reformasi sistem perdagangan dunia dan WTO. (AFP PHOTO / FABRICE COFFRINI)
Jakarta, CNN Indonesia -- China menyatakan sistem perdagangan dunia dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) saat ini tidak sempurna. Oleh karena itulah mereka menyatakan baik sistem mapun WTO perlu segera direformasi.

Penasihat Negara China Wang Yi mengatakan reformasi perlu dilakukan agar kegiatan perdagangan duni dunia bisa dilakukan secara lebih fair dan adil. Reformasi juga perlu dilakukan supaya setiap negara di dunia bisa menikmati buah perkembangan globalisasi yang terjadi saat ini.

"Ini bukan untuk memperluas perbedaan antara utara dan selatan, tapi untuk kesempurnaan sistem. Untuk WTO, ini juga diperlukan supaya membuat mereka lebih adil," katanya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (14/9).

China saat ini mengalami tekanan dagang dari Amerika Serikat (AS). Negeri Paman Sam di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump melancarkan perang tarif terhadap produk impor asal China. 


Perang tarif diberlakukan oleh Pemerintahan Trump dengan mengenakan tarif tinggi atas impor senilai US$50 miliar asal China. Perang tarif dilakukan karena Trump merasa Negeri Tirai Bambu telah melakukan kecurangan dagang dengan AS hingga membuat negeri tersebut 2017 lalu mengalami defisit perdagangan US$ 375 miliar.

Komplek

China mengakui tidak mudah mereformasi sistem perdagangan dan WTO. Reformasi cukup komplek karena melibatkan banyak wilayah. 

Reformasi juga perlu melibatkan banyak pihak , terutama negara berkembang. "Perlu memasukkan dan mendengarkan pendapat negara berkembang daripada hanya mengizinkan satu orang untuk memiliki suara," katanya.


(Reuters/agt)