AS Terapkan Tarif Baru, China Siapkan Balasan

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 19/09/2018 06:01 WIB
AS Terapkan Tarif Baru, China Siapkan Balasan Presiden AS Donald Trump. (REUTERS/Kevin Lamarque)
Jakarta, CNN Indonesia -- China mengaku akan membalas tarif baru yang dikenakan Amerika Serikat (AS) kepada produk-produknya senilai US$200 miliar, meningkatkan risiko Presiden Donald Trump mengenakan tarif pada semua produk China yang diimpor AS.

Pernyataan Beijing ini datang beberapa jam setelah Trump memberlakukan tarif sebesar 10 persen pada impor barang China dan mengancam bakal mengenakan bea masuk tambahan pada sekitar US$267 miliar produk Negeri Tirai Bambu tersebut jika melakukan aksi balasan.

Pernyataan dari Kementerian Perdagangan China tersebut tak memberikan rincian rencana yang akan mereka lakukan. Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Geng Shuang menyebut langkah-langkah AS telah membawa "ketidakpastian baru" untuk pembicaraan antara kedua negara.


"China selalu menekankan bahwa satu-satunya cara yang tepat untuk menyelesaikan masalah perdagangan China-AS adalah melalui pembicaraan dan konsultasi yang diadakan atas dasar yang sama, tulus, dan saling menghormati. Tetapi pada saat ini, semua yang dilakukan Amerika Serikat tidak memberi kesan ketulusan atau niat baik, " ujar Geng, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (18/9).


Geng mengaku tak akan berkomentar tentang langkah-langkah yang mungkin dipertimbangkan Beijing terkait tarif yang mungkin dikenakan pada produk AS. Ia hanya menyebut rincian kebijakan akan diumumkan pada waktu yang tepat.

Trump telah memperingatkan pada Senin (17/8) bahwa jika China mengambil tindakan balas dendam terhadap petani atau industri AS, mereka akan kembali mengakan tarif baru tambahan kepada produk China senilai US$267 miliar.

Jika Trump memberlakukan tarif tambahan itu, maka hampir semua produk China yang diimpor AS terkena tarif. Produk Apple seperti iPhone dan pesaingnya kemungkinan tak akan bisa terhindar dari tarif tersebut.


Bulan lalu, China mengumumkan daftar tarif yang diusulkan pada produk AS senilai US$ 60 miliar mulai dari gas alam cair hingga jenis pesawat tertentu, seandainya Washington jadi mengenakan tarif pada produk China senilai US$200 miliar.

Sejauh ini, Amerika Serikat telah memberlakukan tarif senilai US$ 50 miliar produk China untuk menekan Beijing guna mengurangi defisit perdagangan bilateral yang besar dengan negara tersebut.

Mata uang yuan China tergelincir terhadap dolar pada hari ini, setelah berita langkah-langkah AS muncul. Yuan telah melemah sekitar 6 persen sejak pertengahan Juni, mengimbangi tingkat tarif baru AS sebesa 10 persen dengan selisih yang cukup besar. (Reuters/agi)