Sri Mulyani Andalkan Industri Demi Genjot Ekonomi Tahun Depan

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 25/09/2018 05:20 WIB
Sri Mulyani Andalkan Industri Demi Genjot Ekonomi Tahun Depan Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap industri manufaktur dapat tumbuh di atas 5 persen tahun depan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menaruh harapan besar pada industri manufaktur guna menggenjot pertumbuhan ekonomi tahun depan yang ditargetkan mencapai 5,3 persen. Industri manufaktur disebut harus mampu tumbuh di atas 5 persen.

Menurut dia, dalam tiga tahun terakhir, industri manufaktur selalu tumbuh di bawah 5 persen. Padahal porsinya dalam komponen Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 19,83 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan industri manufaktur pada 2015 tercatat 4,33 persen, kemudian pada 2016 sebesar 4,29 persen, dan 2017 sebesar 4,27 persen.


"Selama manufaktur tidak tumbuh, ini akan berpengaruh ke penerimaan pajak hingga lapangan pekerjaan. Jadi pertumbuhan industri ini it's so important," jelas Sri Mulyani, Senin (24/9).


Sri Mulyani yakin pertumbuhan di tahun depan bisa dicapai dengan serangkaian kebijakan pemerintah untuk menggaet investasi. Kebijakan tersebut, di antaranya fasilitas pembebasan atau pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) dalam waktu dan besaran tertentu (tax holiday) dan fasilitas pengurangan penghasilan kena pajak (tax allowance).

Selain itu, ia juga berharap pengenaan kenaikan pajak penghasilan (PPh) 22 impor kepada 1.147 pos tarif yang diberlakukan awal bulan ini juga bisa mendorong produksi dalam negeri.

"Dan memang salah satu kebijakan fiskal yang kami lakukan tentu harus ada pengaruhnya ke sektor riil," papar dia.

Ia berharap, pertumbuhan industri tahun depan bisa mengimbangi pertumbuhan jasa dan konstruksi yang diperkirakan mencapai 6 persen. Kontribusi ini juga dibutuhkan karena pertumbuhan sektor pertanian perkirakan hanya 3 persen di tahun depan.


"Dan kami juga melihat sektor penggalian dan pertambangan tahun depan akan mengalami struggle dari commodity rush," imbuh Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan kunci sukses pertumbuhan industri adalah investasi. Untuk mendapatkan aliran investasi, Airlangga mengaku menunggu keputusan Sri Mulyani terkait tax allowance dalam jumlah besar (super deductible tax) untuk mendukung vokasi dan riset dan inovasi (Research and Development/R&D).

Rencananya, sektor industri yang memanfaatkan pendidikan vokasi bisa mendapatkan tax allowance hingga 200 persen. Sementara perusahaan yang aktif dalam kegiatan R&D bisa mendapat tax allowance hingga 300 persen.

"Sektor industri bisa tumbuh kalau didorong oleh investasi. Makanya, kami menunggu kebijakan super deductible tax dari Sri Mulyani," papar dia. (glh/agi)