Bangun Pembangkit Listrik, PLN Tawarkan Obligasi Rp1 Triliun

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 25/09/2018 15:39 WIB
Bangun Pembangkit Listrik, PLN Tawarkan Obligasi Rp1 Triliun PT PLN (Persero) berencana menawarkan obligasi dan sukuk berkelanjutan tahap II 2018 total pokok Rp1,05 triliun, masing-masing Rp832 miliar dan Rp224 miliar. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berencana menawarkan obligasi berkelanjutan tahap II 2018 dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp832 miliar. Sedangkan sukuk ijarah berkelanjutan III Tahap II ditawarkan senilai Rp224 miliar.

Berdasarkan prospektus perusahaan, dana hasil penawaran obligasi dan sukuk akan digunakan untuk investasi pembangkit dan jaringan transmisi di Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

"Obligasi ditawarkan dalam lima seri, antara lain seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp210 miliar pada tingkat bunga 8,65 persen dalam jangka waktu lima tahun," demikian tertulis dalam laporan prospektus PLN, Selasa (25/9).



Sementara itu, obligasi seri B senilai Rp483 miliar dengan bunga 9 persen dalam jangka waktu tujuh tahun. Obligasi seri C senilai Rp78 miliar dengan bunga 9,1 persen selama 10 tahun. Surat utang seri D Rp15 miliar dengan bunga 9,3 persen dalam waktu 15 tahun. Terakhir, seri E senilai Rp46 miliar dengan bunga 9,65 persen untuk 20 tahun.

Adapun, sukuk ijarah diterbitkan dalam empat seri, masing-masing seri A senilai Rp114 miliar dengan jangka waktu 5 tahun, seri B Rp45 miliar untuk tujuh tahun, seri C Rp15 miliar selama 10 tahun, dan seri D Rp50 miliar untuk 20 tahun.

Obligasi dan sukuk PLN diganjar dengan peringkat idAAA dengan prospek stabil oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).


Perseroan memilih sejumlah perusahaan sebagai penjamin emisi antara lain, PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ditunjuk sebagai wali amanat instrumen tersebut.

Masa penawaran berlangsung pada 4-5 Oktober 2018 dengan waktu penjatahan pada 8 Oktober. Selanjutnya, distribusi secara elektronik dilakukan pada 10 Oktober, sementara pencatatan pada BEI berlangsung sehari setelahnya.


Secara akumulasi, perseroan memiliki plafon obligasi berkelanjutan III dengan target penghimpunan dana mencapai Rp16 triliun. Sedangkan, sukuk ijarah berkelanjutan III dengan target imbalan ijarah Rp4 triliun.

Pada tahap I, PLN telah menerbitkan obligasi berkelanjutan III senilai Rp1,27 triliun dan sukuk ijarah berkelanjutan III dengan sisa imbalan ijarah Rp750 miliar. (lav/bir)