Perkuat Capex, XL Axiata Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp2 T

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Kamis, 13/09/2018 14:50 WIB
Perkuat Capex, XL Axiata Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp2 T XL Axiata menerbitkan obligasi dan sukuk ijarah sebesar Rp2 triliun. (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT XL Axiata Tbk (EXCL) berencana menerbitkan obligasi dan sukuk ijarah sebesar Rp 2 triliun. Obligasi akan masuk dalam bagian penawaran umum berkelanjutan (PUB) tahap I, sedangkan sukuk ijarah akan masuk dalam PUB tahap II.

Perusahaan menawarkan lima seri. Pertama, Seri A bertenor satu tahun dan kupon 8-8,5 persen. Kedua, Seri B bertenor tiga tahun dengan kupon 8,75-9,5 persen. Ketiga, Seri C bertenor lima tahun dan kupon 9,25-10,25 persen. 

Keempat, Seri D bertenor tujuh tahun dengan kupon 9,85-10,5 persen. Dan kelima, Seri E bertenor 10 tahun dengan kupon 10-10,65 persen.



Direktur Keuangan XL Axiata Mohamed Adlen memaparkan obligasi dan sukuk tersebut memiliki plafon masing-masing sebesar Rp5 triliun. Itu berarti, total plafon sukuk dan obligasi tersebut mencapai Rp 10 triliun.

"Periode penawaran awal  akan dilakukan 13-27 September 2018 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan 17 Oktober 2018," kata Adlan, Kamis (13/9).

Adlan mengatakan dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk tersebut rencananya akan digunakan untuk belanja modal (capital expenditure/ capex). Hasil dana tersebut akan digunakan pada tahun ini dan 2019 mendatang.

"Itu untuk ekspansi ke Jawa dan luar Jawa," katanya.

Adlan memprediksi perusahaan dapat mendapatkan cuan dari hasil ekspansi tersebut pada dua hingga tiga tahun mendatang. Lebih lanjut Adlan menjelaskan keputusan perusahaan untuk menerbitkan obligasi dan sukuk tahap pertama masing-masing sebesar Rp1 triliun karena melihat potensi kenaikan suku bunga acuan ke depannya.

"Target perusahaan memang tidak muluk-muluk, kalau secara historisnya perusahaan mampu menghimpun dana lebih dari itu," ucap Adlan.

Kemudian, manajemen belum memutuskan kapan waktu yang tepat untuk menerbitkan obligasi dan sukuk tahap kedua. Adlan mengaku bakal melihat kondisi pasar terlebih dahulu.

"Ke depan tunggu pasar, mungkin awal tahun depan," pungkas Adlan.
(agt)