Bank Dunia Terbitkan Obligasi Blockchain Pertama di Dunia

Lavinda, CNN Indonesia | Kamis, 23/08/2018 18:50 WIB
Bank Dunia Terbitkan Obligasi Blockchain Pertama di Dunia Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Dunia telah menetapkan harga obligasi publik pertama di dunia yang dibuat dan dikelola hanya menggunakan blockchain senilai AUD$100 juta atau setara Rp1,1 triliun.

Instrumen itu dirancang untuk menguji bagaimana teknologi tersebut dapat meningkatkan proses transaksi obligasi konvensional selama puluhan tahun.

Seperti dikutip Reuters, Commonwealth Bank of Australia (CBA), manajer tunggal dari kesepakatan itu, mengatakan obligasi bertenor dua tahun ditetapkan dengan imbal hasil (yield) 2,25 persen dan akan diterbitkan pada 28 Agustus 2018.


Penerbitan prototipe, dinamai dengan obligasi 'Bondi' yang merupakan kepanjangan dari Blockchain Operated New Debt Instrument (Instrumen Baru Debit Blockchain), yang diambil dari nama pantai terkenal di Australia.


Hal ini dilihat sebagai langkah awal untuk memindahkan penjualan obligasi dari proses manual menuju otomatisasi yang lebih cepat dan lebih murah.

"Anda menyederhanakan penerbitan obligasi tradisional dari proses penawaran manual dengan settlement yang panjang menjadi sesuatu yang dapat dilakukan online secara instan," ujar James Wall, Executive General Manager CBA dalam wawancara dengan Reuters awal Agustus.

Bank Dunia menggunakan keunggulan dari peringkat obligasi AAA untuk membantu mengembangkan pasar obligasi terbaru serta menjadi pelopor cara baru untuk menjual dan memperdagangkan instrumen investasi tersebut.


Obligasi menerbitkan obligasi sekitar US$50 miliar-US$60 miliar per tahun untuk mendukung kemajuan negara berkembang.

Australia merupakan lokasi uji coba yang populer untuk perkembangan pasar karena infrastruktur keuangan yang mapan dan investor global tak awam dengan dolar Australia karena salah satu mata uang paling banyak diperdagangkan di dunia.

CBA mengatakan obligasi Bank Dunia akan menjadi yang pertama kali di mana modal diperoleh dari investor publik melalui penerbitan obligasi yang sah secara hukum dengan menggunakan basis blockchain dari awal hingga akhir proses transaksi.

Awal tahun ini, operator telekomunikasi asal Rusia MTS dan Sberbank mengklaim telah menerbitkan obligasi berbasis blockchain pertama di dunia. Obligasi diterbitkan senilai 750 juta rubel, namun ditempatkan secara pribadi, dan tak ditawarkan untuk lelang yang lebih luas.


CBA menetapkan harga Obligasi Kangguru sebesar 23 basis poin di atas harga acuan. Obligasi Kanguru adalah obligasi yang diterbitkan dalam kurs dolar Australia oleh lembaga asing.

Blockchain perbankan muncul ketika Australian Securities Exchange berencana untuk beralih menggunakan teknologi blockchain demi kelancaran dan efisiensi perdagangan ekuitas mulai 2020. (Reuters/bir)