Bank Mandiri: Itikad Tak Baik, SNP Finance Ajukan Pailit

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 26/09/2018 10:52 WIB
Bank Mandiri: Itikad Tak Baik, SNP Finance Ajukan Pailit Bank Mandiri menyebut SNP Finance sudah beritikad tidak baik sejak mengajukan pailit sukarela secara tiba-tiba saat kreditnya macet. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyebut SNP Finance sudah 20 tahun menjadi debitur Bank Mandiri. Selama bertahun-tahun, status pinjaman anak usaha Grup Columbia tersebut terbilang lancar sebelum berakhir macet hingga dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen, penggelapan, penipuan, dan pencucian uang pada 14 bank.

"Mereka sebenarnya sudah jadi nasabah kami 20 tahun dan reputasinya baik. Tapi tiba-tiba itikadnya berubah. Hanya dalam beberapa bulan terakhir, kreditnya macet," ujar Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas kepada CNNIndonesia.com, Selasa (25/9).

Tak lama setelah kreditnya mulai macet, menurut Rohan, perusahaan tersebut bahkan mengajukan pailit secara sukarela. "Tiba-tiba saja mereka sukarela mengajukan pailit. Itikadnya sudah tidak baik." kata dia.



Rohan menyebut total kredit macet SNP Finance mencapai Rp1,2 triliun. Pinjaman tersebut sudah termasuk pokok dan bunga yang diakumulasi sejak beberapa tahun terakhir.


"Sekarang sudah jadi kredit macet. Sudah kami cadangkan sehingga tidak akan mengganggu kinerja lagi," ungkap Rohan.

Selain Bank Mandiri, SNP Finance juga mencatatkan kredit macet pada 13 bank lainnya.


Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiatmadja menyebut total pinjaman SNP Finance pada banknya jauh lebih kecil, yakni mencapai Rp210 miliar.


"Kredit macet yang ditimbulkan kepada BCA kecil Rp210 miliar dibandingkan total kredit kami Rp520 triliun. Sudah dibuat juga biaya pencadangannya," terang dia. (agi/bir)