Ilham Habibie Sebut Tahir Tak Ikut Selamatkan Bank Muamalat

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 03/10/2018 20:14 WIB
Ilham Habibie Sebut Tahir Tak Ikut Selamatkan Bank Muamalat Komisaris Utama Bank Muamalat Ilham Habibie dan Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K Permana (tengah) saat memberi paparan terkait upaya penguatan perusahaan melalui konsorsium pemegang saham pengendali di Kantor Bank Muamalat, Jakarta, Rabu (3/10). (CNN Indonesia/Christine Nababan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisaris Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Ilham Habibie memastikan Pemilik Mayapada Group Dato Sri Tahir tak masuk dalam konsorsium investor yang akan menyelamatkan bank tertua di tanah air tersebut. Menurutnya, konsorsium yang berencana menyuntikkan dana segar ke Bank Muamalat sebesar Rp2 triliun hanya terdiri dari empat pihak.
 
"Konsorsium terdiri dari saya sendiri, Arifin Panigoro, Lynx Asia, dan SSG Capital dari Hong Kong," ujar Ilham di Jakarta, Rabu (3/10).

Ilham mengaku sempat menawarkan Tahir untuk ikut serta dalam konsorsium. Namun, hingga kini ia mengaku tak mendapat jawaban pasti dari Tahir untuk ikut terlibat.

"Belum ada jawaban pasti. Sedangkan waktunya tinggal seminggu lagi, tidak ada waktu lagi. Jadi kemungkinan tidak (Tahir masuk konsorsium)," tegasnya.
Menurut Ilham, konsorsium akan masuk sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) melalui penerbitan saham baru atau rights issue senilai Rp2 triliun. Mereka nantinya bakal menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan di atas 50 persen.


"Setelah rights issue, konsorsium bakal langsung menjadi PSP dengan saham mayoritas. IDB (Islamic Development Bank) sudah tidak lagi menjadi PSP," jelas dia.

Rencana rights issue bakal diajukan Bank Muamalat dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan pada 11 Oktober mendatang. 

Saat ini, IDB memiliki porsi saham sebesar 32,7 persen. Kemudian Boubyan Bank sebesar 22 persen, Atwil Holdings Limited 17,91 persen, National Bank of Kuwait 8,45 persen, dan sisanya pemegang saham lainnya.

Dihubungi CNNIndonesia.com belum lama ini, Tahir mengaku siap membantu proses penyelamatan Bank Muamalat. Namun, ia tak ingin menjadi pemegang saham bank tersebut.

"Kalau memang (Bank Muamalat) perlu fresh money, kami drop (kucurkan). Tapi tidak benar saya ingin akuisisi. Yang benar hanya membantu bila diminta," ujar Tahir kepada CNNIndonesia.com, Kamis (27/9).
Orang terkaya kedelapan di Tanah Air ini menawarkan bantuan dalam bentuk penempatan deposito atau instrumen pasar uang. Ia pun kembali menegaskan tak berniat membeli atau mengakuisisi saham Bank Muamalat.

Aset Swap

Selain melalui rights issue, penguatan modal Bank Muamalat juga dilakukan melalui tukar guling aset (asset swap) senilai Rp6 trilun. Namun, transaksi asset swap yang telah direalisasikan tersebut sebelumnya dikabarkan ditolak OJK.

"Saya bisa sampaikan setiap transaksi material dikoordinasikan dengan OJK dan atas arahan OJK nanti akan ada perbaikan atau penyempurnaan asset swap sehingga memenuhi ketentuan yang berlaku," jelas Komisaris Independen Bank Muamalat Iggi H. Achsien.

Iggi menyebut pihaknya bakal meningkatkan permodalan Bank Muamalat hingga Rp8 triliun secara bertahap. Tambahan modal, menurut dia, dapat dilakukan dengan berbagai instrumen, termasuk penerbitan sukuk.
(agi/agt)