BPH Migas Imbau Korban Gempa Palu Tak Beli BBM Pakai Jeriken

Tim, CNN Indonesia | Senin, 08/10/2018 11:55 WIB
BPH Migas Imbau Korban Gempa Palu Tak Beli BBM Pakai Jeriken Warga mengambil BBM dari tangki penyimpanan bahan bakar di SPBU, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9) dengan jeriken. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengimbau masyarakat korban gempa di Sulawesi Tengah untuk tidak membeli dan mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan jeriken. Imbauan diberlakukan mulai Senin (8/10) ini karena pihaknya masih menemukan adanya masyarakat yang membeli BBM dengan jeriken..

"Kami mengimbau masyarakat korban bencana gempa dan tsunami untuk tidak mengisiBBM di semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Sulawesi Tengah dengan jeriken karena mudah menimbulkan kebakaran," ujar KepalaBPH MigasFansurullah Asa seperti dikutip dari keterangan resmi, Senin (8/10).

Selain mempertimbangkan keselamatan masyarakat,lanjutFanshurullah, imbauan juga sudah sesuai dengan peraturan. Dalam aturan dinyatakan, BBM yang adadiSPBU hanya diperuntukkan untuk konsumen akhir.

"Tidak boleh BBM di SPBU diperjualbelikan lagi," ujarnya.
Berdasarkan Pasal 18 Ayat 2 Peraturan Presiden (Perpres) Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual BBM, masyarakat diimbau tidak menimbun dan/atau mengumpulkan BBM di SPBU dengan menggunakan jeriken, drum maupun media lainnya.


"BBM di SPBU hanya boleh dikonsumsi oleh kendaraan bermotor roda dua dan empat serta berpelat kuning," ujarnya.

Fahshurullah mengingatkan pemerintah bekerja sama dengan pihak kepolisian akan menindak tegas bagi semua pihak yang mengabaikan imbauan tersebut.

"Sesuai dengan Nota Kesepahaman yang pernah kami lakukan dengan kepolisian, BPH Migas meminta bantuan pihak Kepolisian di daerah Kota Palu dan Donggala agar melakukan tindakan preemptive, preventif, dan tindakan hukum apabila sangat diperlukan," tegasnya.

Kendati demikian, pemerintah meminta masyarakat tetap tenang untuk mendapatkan BBM karena stok BBM dipastikan aman.

"Kami akan terus mengoptimalisasikan perbaikan dalam mengembalikan dan menjamin ketersediaan dan pendistribusian BBM bagi masyarakat," ujarnya.

Hingga saat ini, sebanyak 15 dari 17 SPBU di Kota Palu, 3 dari 4 SPBU di Kabupaten Donggala, dan 1 dari 2 SBPU di Sigi sudah bisa beroperasi untuk melayani masyarakat sekitar. Tak hanya itu, pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) menyiapkan 41 dispenser portable dan 10 mobile dispenser yang siap untuk melayani masyakat.

Upaya pemerintah dan Pertamina untuk mengamankan pasokan energi di Palu-Donggala-Sigi dilakukan melalui jalur darat, laut, dan udara.

Di jalur darat, pemerintah telah mengirimkan 500 ribu liter BBM. Kemudian 10 SPBU dan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Donggala juga telah beroperasi.

Di jalur laut, pemerintah telah mengirimkan 11,2 juta liter BBM, dua ribu tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan 13 mobil tangki.

Sementara, di jalur udara, 12 ribu liter BBM telah dikirimkan. Selain itu, pemerintah juga telah menerbangkan 100 SPBU portabel dan enam tangki Power Take Off (PTO) yang bisa melakukan pengisian BBM langsung ke kendaraan karena dilengkapi dispenser otomatis.
(sfr/agt)