Menperin Incar Perdagangan RI-Selandia Baru Tembus Rp40 T

Tim, CNN Indonesia | Senin, 08/10/2018 13:16 WIB
Menperin Incar Perdagangan RI-Selandia Baru Tembus Rp40 T Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ingin nilai perdagangan Indonesia-Selandia Baru meningkat jadi Rp40 triliun dalam empat tahun. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ingin nilai perdagangan Indonesia dengan Selandia Baru meningkat dua kali lipat pada tahun ini. Nila perdagangan kedua negara tercatat NZ$ 1,76 miliar atau Rp17,4 triliun pada tahun lalu. Ini artinya, target pemerintah bisa mencapai sekitar NZ$4 miliar atau Rp40 triliun.

Agar nilai perdagangan tersebut bisa terus ditingkatkan, Airlangga mengatakan pemerintah akan berusaha mendorong perluasan pasar industri otomotif ke negara tersebut. Kementerian Perindustrian menilai selama ini Indonesia sudah mengekspor banyak hasil industri otomotif ke Asean, Timur Tengah hingga ke Amerika Latin. 

Padahal, Australia dan Selandia Baru juga memiliki potensi besar bagi industri otomotif nasional. "Mereka bisa membuka pasar otomotif dan komponen dari Indonesia, kemudian mereka mengembangkan dairy product di Indonesia. Itu yang kami bisa lakukan supaya perdagangannya bisa naik," katanya seperti dikutip dari situs Kementerian Perindustrian, Senin (8/10).



Selain itu, pemerintah juga akan mendorong produktivitas dan daya saing industri dalam negeri agar produksinya bisa diterima pasar di Selandia Baru dan negara lainnya. Pemerintah, kata Airlangga, juga ingin meningkatkan investasi antara dua negara. Peningkatan investasi, utamanya ingin dilakukan di sektor industri pengolahan susu.

Airlangga menyatakan industri pengolahan susu merupakan salah satu sektor andalan bagi Selandia Baru. Mereka menjadi investor dan pengekspor produk susu terbesar di dunia termasuk Indonesia. Saat ini, Fonterra sudah menanamkan modal sebesar Rp735 miliar.

Investasi ditanamkan untuk membangun pabrik pengolahan susu di Bekasi, Jawa Barat. Investasi tersebut merupakan yang terbesar pernah dilakukan investor asal Selandia Baru di kawasan Asean dalam kurun waktu 10 tahun belakangan ini.

(mjs/agt)