"Sekalipun negara maju, mereka yang lebih banyak melakukan tindakan proteksionisme ketimbang negara berkembang," terang Direktur Eksekutif IGJ Rachmi Hertanti, dilansir Antara, Minggu (21/10).
Menurut dia, dalam perdagangan dunia, tidak ada negara yang benar-benar membuka pasarnya. "Tidak ada pasar yang benar-benar bebas," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karenanya, Rachmi menuturkan pentingnya skema yang lebih tepat untuk implementasi kebijakan perekonomian, sehingga hasilnya terukur dan berdampak positif.
Sebelumnya, pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur bank sentral negara-negara G20 menyebut kerja sama perdagangan internasional harus ditingkatkan karena dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi global.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita juga menyebut akan menyuarakan ke dunia internasional mengenai manfaat keterbukaan ekonomi.
"Kementerian Perdagangan akan negosiasi dan menyampaikan bahwa (perang dagang) ini tidak baik," imbuh dia.
Menurut Enggar, perdagangan yang melibatkan banyak pihak seharusnya mewujudkan kondisi yang saling menguntungkan, bukan memberikan keuntungan absolut bagi satu pihak atau fenomena "the winner takes it all". (bir)