Filipina Hambat Ekspor Kopi Kemasan Indonesia

CNN Indonesia | Jumat, 26/10/2018 20:20 WIB
Filipina Hambat Ekspor Kopi Kemasan Indonesia Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan Filipina menghambat ekspor kopi sachet Indonesia ke negara tersebut dengan mengenakan tindakan pengamanan perdagangan 11 persen. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan Filipina telah menghambat ekspor produk kopi kemasan Indonesia. Hambatan mereka lakukan dengan menerapkan tindakan pengamanan  perdagangan atau safeguards measures sebesar 10-11 persen atas produk kopi kemasan.

Kopi kemasan tersebut merupakan produk PT Mayora Indah. Safeguards sendiri bisa diartikan sebagai pembatasan impor atau pengenaan tarif tambahan, atau bisa juga diterapkan keduanya sekaligus.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan saat ini pihaknya tengah berupaya menurunkan bea masuk atas ekspor produk tersebut. Upaya dilakukan karena ekspor produk tersebut ke Filipina cukup besar.


"Dari total US$6 miliar ekspor Indonesia ke sana, 10 persennya adalah produk dia (Mayora Indah)," kata Enggartiasto, Jumat (26/10).

Berdasarkan hitung-hitungan CNNIndonesia.com, jika memang 10 persen adalah sumbangan dari ekspor produk Kopiko, maka nilai ekspor Mayora Indah saja sebesar US$600 juta. Angka itu setara dengan Rp9 triliun (kurs Rp15.000 per dolar Amerika Serikat).
"Kalau dikenakan dengan special safeguards itu memberikan pengaruh terhadap penjualan ekspor Indonesia," ucap Enggartiasto.

Makanya, Enggar mengatakan telah berkirim surat kepada menteri perdagangan Filipina. Selain itu, Enggartiasto juga mengaku bertemu langsung dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Bali belum lama ini.

"Pada dasarnya Duterte mencatat dan akan perhatikan betul permintaan kami ditinjau, tapi hal itu belum terealisasi," kata Enggartiasto.

Selanjutnya, Enggartiasto berencana mengirim pejabat Kemendag untuk berdiskusi langsung dengan pejabat yang mengurusi perdagangan di Filipina langsung pada November mendatang. Namun, pembicaraan dengan pemerintah Filipina akan dimulai lebih dulu oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Filipina merangkap Kepulauan Marshall dan Palau bernama Sinyo Harry Sarundajang.

"Jadi ada keuntungan Duta Besar (Sinyo Harry Sarundajang) punya hubungan dekat dengan Duterte, itu memudahkan penyelesaian beberapa hal," katanya.
(aud/agt)