Keuangan Emiten Kuartal III 2018 Masih Jadi Penguat IHSG

CNN Indonesia | Rabu, 31/10/2018 06:50 WIB
Keuangan Emiten Kuartal III 2018 Masih Jadi Penguat IHSG Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (31/10) diperkirakan akan menguat. Rilis laporan keuangan emiten periode kuartal III 2018 yang kinclong masih akan menjadi fokus pelaku pasar dalam menentukan transaksinya di pasar saham hari ini sehingga akan mendorong penguatan indeks.

Atas dasar itu, sejumlah analis memproyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau. 
"Laporan kinerja emiten kuartal ketiga yang cukup baik akan menopang kenaikan IHSG," ungkap Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya seperti dikutip dari risetnya, Rabu (31/10).

Sejumlah emiten berbagai sektor sudah merilis kinerja keuangan sembilan bulan pertama tahun ini. Beberapa emiten itu, antara lain PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Astra International Tbk (ASII), dan Wijaya Karya Tbk (WIKA).


"Harapan terhadap capital inflow (aliran masuknya dana pelaku pasar asing) yang kembali dalam gelombang signifikan juga masih terus didambakan," papar William.
Pada perdagangan kemarin, pelaku pasar asing memang mulai kembali tercatat beli bersih (net buy) di pasar reguler sebesar Rp421,11 miliar dan all market sebesar Rp599,14 miliar. Namun, bila dilihat sejak awal tahun hingga akhir pekan lalu pelaku pasar asing masih tercatat jual bersih (net sell) sebesar Rp56,83 triliun.

Dengan potensi penguatan IHSG pertengahan pekan ini, William meramalkan IHSG dapat mendekati level 6.000. Ia menyebut IHSG akan bergerak dalam rentang support 5.711 dan resistance 5.988.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan juga memprediksi IHSG melanjutkan penguatannya hari ini. Selain dari laporan keuangan emiten kuartal III 2018, pelaku pasar juga menanti data tingkat inflasi Oktober 2018 yang akan dirilis pada awal November 2018 mendatang.

Walaupun potensi penguatan terlihat, tetapi Dennies memproyeksi IHSG bergerak cukup terbatas. Pergerakan terbatas terjadi karena indeks berada dalam tren konsolidasi untuk jangka pendek.
"IHSG diprediksi menguat, support 5.714-5.751 dan resistance 5.807-5.826," kata Dennies melalui risetnya.

IHSG kemarin sore ditutup di teritori positif dengan penguatan tipis 0,59 persen atau 34,49 poin ke level 5.789. Menariknya, penguatan ini tak dibarengi dengan kenaikan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

RTI Infokom mencatat mayoritas saham justru melorot kemarin. Tepatnya, 217 saham melemah, 164 saham menguat, dan 126 saham bergerak stagnan.

Kemudian, tiga indeks utama bursa saham Wall Street bangkit (rebound) tadi malam. Kenaikannya pun cukup signifikan, di mana Dow Jones naik 1,77 persen, S&P500 naik 1,57 persen, dan Nasdaq Composite naik 1,58 persen.
(aud/agt)