Asuransi Simas Net Sebut Satu Nasabah jadi Korban Lion Air

CNN Indonesia | Rabu, 31/10/2018 12:28 WIB
Asuransi Simas Net Sebut Satu Nasabah jadi Korban Lion Air Ilustrasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Asuransi Simas Net menemukan satu nasabahnya menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. Saat ini, perusahaan mengklaim telah menghubungi ahli waris atau keluarga korban untuk pendampingan.

Direktur Utama Asuransi Simas net Teguh Aria Djana mengungkapkan korban membeli asuransi perjalanan untuk penerbangannya dari Jakarta ke Pangkalpinang pada Senin, 29 Oktober 2018 lalu.
Namun, pesawat yang ditumpangi korban tak pernah mendarat. Pesawat yang membawa 189 penumpang termasuk pilot dan awak kabin itu diketahui jatuh di perairan Karawang sekitar 13 menit setelah lepas landas.


"Saat ini, kami proaktif melakukan pengecekan daftar nama penumpang Lion Air JT-610. Sebab, asuransi ini sifatnya opsional (bukan wajib)," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (31/10).

Terkait klaim asuransi, Teguh menuturkan perusahaan masih membutuhkan rilis resmi tentang status korban dari maskapai penerbangan.

"Kami masih cek, pencairan bisa dilakukan jika sudah ada rilis resmi tentang status korban. Tapi kami sudah hubungi keluarga untuk pendampingan," katanya.

Adapun, jumlah klaim yang bisa dicairkan dan diberikan kepada ahli waris sebesar Rp500 juta per nasabah. Ketika Lion Air sudah merilis seluruh nama korban, Teguh memastikan perusahaan akan mempercepat pembayaran klaim.

"Untuk sekarang, seperti diketahui proses evakuasi jenazah dan identifikasi belum lama dimulai," jelasnya.


Sebagai informasi, Asuransi Simas Net merupakan perusahaan asuransi yang bekerja sama dengan Lion Air dalam menyediakan Produk Lion Air Travel Insurance. Produk itu menjamin nasabah dari kecelakaan diri, keterlambatan penerbangan, dan kerusakan serta kehilangan bagasi.

Saat ini, sejumlah pihak yang berwenang masih terus mencari korban penumpang Lion Air yang jatuh di perairan Karawang. Pada pencairan hari kedua sejak pesawat jatuh, Tim SAR Gabungan membawa sekitar 23 kantong jenazah ke Dermaga JICT 2 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kantong jenazah itu berisikan serpihan pesawat, barang penumpang, hingga bagian tubuh korban. Untuk kantong yang berisi tubuh korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.


(aud/bir)