Hadapi Bonus Demografi, Sri Mulyani Siapkan SDM Berkualitas

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Kamis, 01/11/2018 10:51 WIB
Hadapi Bonus Demografi, Sri Mulyani Siapkan SDM Berkualitas Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan salah satu syarat agar bonus demografi bisa dimanfaatkan secara optimal adalah meningkatkan kualitas generasi muda. (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah mengklaim terus berupaya memanfaatkan bonus demografi demi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satunya melalui peningkatan investasi sumber daya manusia (SDM) dan menciptakan sistem jaminan sosial berkelanjutan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan salah satu syarat agar bonus demografi bisa dimanfaatkan secara optimal adalah meningkatkan kualitas generasi muda. Melihat hal itu, pemerintah berupaya memperbanyak investasi di bidang sumber daya manusia, kesehatan, dan memangkas lingkaran kemiskinan.

"Dengan demikian, mereka yang dari kelompok keluarga miskin tidak kemudian menjadi miskin juga," ujar Sri Mulyani usai menghadiri Seminar Peringatan Hari Oeang ke-72 bertajuk Dialog Lintas Generasi: Melanjutkan Estafet Pembangunan Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045 di Jakarta, Rabu (31/10).



Bonus demografi merupakan periode saat komposisi penduduk suatu negara didominasi oleh kelompok masyarakat yang berada di usia produktif. Indonesia diperkirakan akan menikmati bonus demografi pada periode 2020 - 2035 mendatang.

"Tantangan kita (Indonesia) adalah bagaimana dengan kesempatan demografi yang masih usia muda, kita bisa menggunakan kesempatan ini untuk memajukan Indonesia," katanya.

Upaya pemerintah mendorong kualitas SDM tercermin dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mencantumkan porsi anggaran pendidikan dan kesehatan masing-masing sebesar 20 persen dari total anggaran. Selain itu, pemerintah juga menganggarkan untuk jaring pengaman sosial.

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengingatkan bonus demografi tidak bisa selamanya dinikmati oleh Indonesia. Seperti yang telah dialami oleh banyak negara lain, jika pemerintah gagal memanfaatkan bonus demografi, maka justru bisa menjadi beban di kemudian hari.



Ketika tingkat fertilitas menurun dan harapan hidup semakin panjang, penduduk yang tadinya menjadi bonus akan menjadi beban saat memasuki usia tua. Untuk itu, saat generasi produktif itu menua, Indonesia harus siap dengan sistem jaminan sosial yang berkelanjutan.

"Pada saat mereka menjadi penduduk senior, mereka membutuhkan fasilitas kesehatan dan lain-lain," ujarnya.

Di tempat yang sama, Inspektur Jenderal Kemenkeu Sumiyati mengungkapkan bonus demografi ibarat pedang bermata dua karena bisa menjadi peluang sekaligus tantangan.

Dengan meledaknya jumlah masyarakat produktif maka percepatan laju pertumbuhan ekonomi akan tercipta. Di sisi lain, jumlah pengangguran akan meningkat dan akhirnya bisa menjadi beban, jika pemerintah tidak menyiapkan sistem ekonomi yang baik.


"Oleh karena itu, negara berkomitmen untuk berinvestasi pada sumber daya manusia, mempersiapkan tenaga kerja berkualitas dengan pendidikan dan kesehatan yang memadai agar bisa berdaya saing dan inovatif serta memiliki kreativitas yang tinggi," ujarnya. (lav)