Belanja Pemilu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III

CNN Indonesia | Senin, 05/11/2018 14:08 WIB
Belanja Pemilu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Ilustrasi kampanye. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal III 2018 sebesar 5,17 persen secara tahunan. Menariknya, kontribusi persiapan pemilihan umum (pemilu) 2019 mendatang, baik pemilihan legislatif (pileg) maupun pemilihan presiden (pilpres) sudah mulai terlihat ikut memberikan daya dorong.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan itu terlihat dari konsumsi Lembaga Non Profit Melayani Rumah Tangga (LNPRT) yang tumbuh 8,54 persen. Komponen ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi dari seluruh komponen pembentuk Produk Domestik Bruto (PDB) dari sisi pengeluaran.

Ia bilang, calon legislatif sudah mulai mengucurkan dana untuk pendaftaran dan kampanye. Uang yang dikeluarkan partai politik untuk membentuk tim sukses pasangan calon presiden dan wakil presiden juga mendorong pertumbuhan ekonomi.


"Dan yang paling penting, sebagian konsumsi itu juga dialokasikan untuk pembekalan melalui kaderisasi. Konsumsi ini cukup baik demi meningkatkan kualitas calon legislatif," ujar Suhariyanto, Senin (5/11).


Meski pertumbuhannya terbilang baik, kontribusinya terhadap PDB cukup kecil, yakni hanya 1,19 persen. Pertumbuhan ekonomi kuartal III sebagian besar masih didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,01 persen dan menyumbang 55,26 persen terhadap PDB.

Ia mengatakan, konsumsi kuartal III kemarin memang melambat dibanding kuartal sebelumnya yang mencatat 5,14 persen. Namun menurutnya, hal itu terbilang normal. Sebab, secara tren, pertumbuhan konsumsi langsung menurun setelah masa-masa hari raya idul fitri berakhir.

"Dan untuk dijadikan catatan, konsumsi kuartal III ini lebih baik ketimbang kuartal III di tahun-tahun sebelumnya. Pada 2017, pertumbuhan konsumsi hanya 4,93 persen," imbuh dia.


Di samping itu, pertumbuhan konsumsi juga disebutnya kian stabil setelah melihat beberapa indikator utama. Pertama, penjualan eceran naik sebesar 4,21 persen secara tahunan, atau lebih baik dibanding tahun lalu 0,13 persen. Kedua, kenaikan upah riil buruh tani dan buruh bangunan masing-masing sebesar 0,97 persen dan 2,5 persen.

Ketiga, persentase pengeluaran untuk konsumsi pun meningkat dari 64,73 persen di kuartal III 2017 menjadi 64,9 persen di kuartal III tahun ini. "Tentu saja inflasi masih bisa dijaga di angka 2,88 persen secara tahunan yang menopang konsumsi," pungkas dia. (glh/agi)