Sri Mulyani Jaga Penguatan Rupiah dengan Penguatan Investasi

CNN Indonesia | Jumat, 09/11/2018 14:00 WIB
Sri Mulyani Jaga Penguatan Rupiah dengan Penguatan Investasi Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan jajarannya bakal terus menjaga momentum penguatan rupiah. (REUTERS/Darren Whiteside).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan jajarannya bakal terus menjaga momentum penguatan rupiah, melalui penguatan kebijakan demi mendorong investasi di dalam negeri.

Kemarin sore, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.539 per dolar Amerika Serikat (AS). Meski pagi ini melemah 106 poin atau 0,73 persen ke level Rp14.645 per dolar AS, rupiah tak lagi berada di posisi kritis hingga mendekati level Rp15 ribu.

"Kami akan terus meningkatkan kebijakan untuk mendorong investasi sehingga capital inflow (aliran modal masuk) dan investasi dalam negeri bisa meningkat," kata Sri Mulyani di Gedung Direktorat Jenderal Pajak, Jumat (9/11).



Penguatan rupiah beberapa hari ini tak lepas dari sentimen ekonomi global. Rupiah dinilai bisa bertahan, meski Pemilihan Umum AS serta perang dagang antara AS dan China mempengaruhi dinamika ekonomi nasional.

Namun, dia mengklaim telah melakukan reformasi birokrasi. Hal ini terbukti dengan pondasi ekonomi nasional yang pertumbuhannya tetap di level 5 persen pada kuartal ketiga, serta inflasi di level rendah.

Pemerintah dipastikan bakal menciptakan kesempatan kerja dan mengurangi kemiskinan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi serta stabilitas masih menjadi fokus pemerintahan Presiden Jokowi hari ini.


"Kami akan tetap fokus menjaga agar defisit transaksi berjalan (CAD) tetap bisa dikelola karena itu salah satu sumber yang bisa menimbulkan persepsi terhadap perekonomian Indonesia," tutur mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Di sisi lain, pemerintah juga akan berhati-hati sambil terus menyuarakan kepada investor perekonomian Indonesia masih baik agar rupiah dapat bertahan di tren positif.

"Jadi sebagai pengelola kebijakan ekonomi bersama dengan Menko (menteri koordinator) dan para menteri yang lain serta bapak gubernur bank sentral, OJK, poin yang paling penting di dalam ekonomi kita dalam suasana yang cukup guncang ini harus punya fleksibilitas dan kemampuan untuk meng-absorb itu yang harus disiapkan," paparnya.

(chri/lav)