Jokowi Sebut ASEAN Ikut Buka 550 Ribu Lapangan Kerja di AS

CNN Indonesia | Jumat, 16/11/2018 06:10 WIB
Jokowi Sebut ASEAN Ikut Buka 550 Ribu Lapangan Kerja di AS Presiden Jokowi ingin AS bisa meningkatkan kerja sama ekonomi dengan ASEAN tanpa melihat keuntungan dari sisi surplus neraca dagang saja. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menyatakan ASEAN dan Amerika Serikat (AS) selama ini memiliki hubungan ekonomi, salah satunya di bidang perdagangan yang cukup erat. Hal itu disampaikan dalam KTT ke-6 ASEAN-AS di Suntec Convention Centre, Singapura, siang ini.

Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence. Jokowi mengatakan dalam satu dekade terakhir, ekspor barang dan jasa AS ke ASEAN meningkat sekitar 81 persen.

Aktivitas perdagangan itu menciptakan lebih dari 550 ribu lapangan pekerjaan di AS dan lebih dari 3.000 perusahaan AS beroperasi di ASEAN. "Sebaliknya, investasi ASEAN di AS juga meningkat 1.000 persen. Dari USD2,3 miliar di tahun 2004 menjadi lebih dari USD26 miliar di tahun 2015," kata Jokowi dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Kamis (15/11) ini.



Atas hubungan tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengajak AS memperkuat kerja sama ekonominya dengan negara-negara ASEAN seperti yang telah terjalin baik selama ini. Jokowi mengatakan peningkatan kerja sama berpotensi memberi keuntungan bagi ke dua belah pihak.

Jokowi optimis ekonomi ASEAN akan tumbuh pesat. Menurut perkiraannaya, ekonami ASEAN bisa stabil tumbuh lima persen tiap tahunnya. Pada 2050, ASEAN juga diperkirakannya akan menjadi ekonomi terbesar keempat dunia setelah Tiongkok, India, dan AS.

"Marilah kita perkuat sistem perdagangan yang telah terbangun bersama secara bebas, adil, dan inklusif," ujarnya.

Jokowi berharap dalam peningkatan kerja sama tersebut AS tidak selalu melihat keuntungan hubungan dari surplus dan defisit neraca dagang saja. "Kerja sama ASEAN-AS bukanlah zero sum game, tapi saling menguntungkan, win-win. Nilai kerja sama ekonomi kita lebih dari sekadar surplus dan defisit perdagangan," kata Jokowi.

(chri/agt)