Bakrieland Siapkan Dana untuk Renovasi Gelanggang Soemantri

CNN Indonesia | Selasa, 20/11/2018 08:14 WIB
Bakrieland Siapkan Dana untuk Renovasi Gelanggang Soemantri PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menyiapkan belanja modal Rp300 miliar. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menyiapkan belanja modal Rp300 miliar, sebagian dipakai untuk merenovasi Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro di Kuningan, Jakarta Selatan. Dana berasal dari pinjaman perbankan.

Direktur Utama Ambono Janurianto mengatakan belanja modal itu akan digunakan untuk pembangunan proyek hunian di Sidoarjo dan Bogor. Di Sidoarjo, perusahaan membutuhkan dana sebesar Rp80 miliar dan Bogor sebesar Rp40 miliar.

"Sisanya untuk pembangunan kembali Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB)," ucap Ambono, Senin (19/11).



Salah satu proyek hunian di Bogor, misalnya Nirwana Hills dengan total luas 364 hektare (ha) merupakan pengembangan lanjutan dari proyek eksisting Bogor Nirwana Residance. Perusahaan akan membangun tahap pertama seluas 85 ha dengan jumlah 1.000 unit rumah.

Proyek lainnya di Bogor, yakni Jungleland Village, Fusion 2, Bumi Tirta Pakuan, J Bound, dan pembangunan kembali Junglefest. Sementara, perusahaan akan mengembangkan proyek Kahuripan Nirwana.

"Utamanya di Sidoarjo dan Bogor karena kalau mulai sekarang nanti 20 bulan sudah bisa serah terima," ucap Ambono.


Dalam kesempatan yang sama, Direktur Bakrieland Development Agus Jayadi Alwie menjelaskan pihaknya telah mengerjakan beberapa proyek, seperti topping off Aston Kahuripan City Hotel di Sidoarjo.

"Saat ini progresnya sendiri sudah 33 persen, nanti soft opening-nya kuartal III 2019," ucap Agus.

Sementara itu, untuk penjualan rumah di Kahuripan Park di Sidoarjo diklaim sebesar 81 persen. Proyek hunian itu dibangun di atas lahan seluas 3,8 ha dengan target segmen kelas menengah dan menengah atas.


"Lalu proyek cluster perumahan di Kahuripan Terrace Sidoarjo dalam pengembangan tahap kedua," tutur Agus.

Dalam hal ini, perusahaan membangun proyek itu dengan menyasar target kelas menengah dan diluncurkan pada April 2018 kemarin. Proyek itu memiliki luas lima hektare.

"Kemudian proyek di Jakarta Timur tidak kami hentikan, itu kerja sama dengan Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas)," imbuh Agus.


Proyek itu merupakan kawasan hunian apartemen kelas menengah dan komersial bernama Sentra Timur Residence. Saat ini, jumlah gedung yang dibangun baru enam gedung dengan jumlah 2.300 unit.

Dari sisi kinerja keuangan, perusahaan berhasil meraup laba bersih sebesar Rp3,1 triliun. Angka itu berbanding terbalik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang merugi sebesar Rp17,35 miliar. (aud/lav)