Direktur Keuangan Pupuk Indonesia Indarto Pamoengkas mengatakan kredit tersebut akan dimanfaatkan Pupuk Indonesia dan anggota holding; PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Pupuk Kujang Cikampek, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Rekayasa Industri, PT Pupuk Indonesia Energi, PT Pupuk Indonesia Logistik, PT Pupuk Indonesia Pangan dan PT Mega Eltra.
Kredit dimanfaatkan untuk salah satunya ekspansi usaha, terutama pengembangan produk pupuk insur hara nitrogen, fospor dan kalium (NPK). Indarto mengatakan kredit dari BRI tersebut berskema pinjaman bersama (Joint Borrower) yang akan digunakan secara fleksibel oleh masing-masing perusahaan anggota Grup Pupuk Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Skema "Joint Borrower" ini juga ditujukan agar pinjaman yang dihimpun tersebut nantinya bisa lebih dinamis antar masing-masing perusahaan. Skema tersebut dipilih untuk menghindari kredit yang tidak dipergunakan.
"Dengan sinergi Pupuk Indonesia Grup dan BRI, kini kami dapat melebarkan sayap untuk melakukan ekspansi usaha ke arah pengembangan strategis terutama pengembangan produk NPK," kata Indarto seperti dikutip dari Antara, Kamis (22/11).
(antara/agt)