Walau akan melakukan privatisasi, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan pemerintah belum menentukan jumlah saham yang akan dilepas ke pihak swasta. Saat ini, pemerintah masih membuka pintu untuk investor strategis.
"Yang menentukan (berapa jumlah saham yang dilepas) itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Jadi kami belum bicara soal berapa saham dan strukturnya seperti apa," ucap Aloysius, Jumat (23/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Merpati Bakal Beroperasi Lagi pada 2019 |
"Kami pelajari homologasinya," imbuh Aloysius.
Tapi, kini Merpati disebut-sebut sudah mendapatkan investor. PT Intra Asia Corpora disebut-sebut akan menyuntikkan dana Rp6,4 triliun agar maskapai tersebut bisa mengudara lagi.
Sayangnya, bila dibandingkan dengan jumlah utang Merpati Nusantara Airlines saat ini yang mencapai Rp10,72 triliun, jumlah suntikan dana dari Intra Asia Corpora tentu tak bisa menutup seluruh utang perusahaan maskapai tersebut. Sebab, masih ada selisih Rp4,32 triliun untuk melunasi utang Merpati Nusantara Airlines kepada kreditur.
"(Untuk investor Intra Asia Corpora) itu kami rundingkan dulu, kami harus lihat kemampuannya," jelas Aloysius.
(aud/agt)