Operasi Pasar Bulog Mulai Tekan Harga Beras di Cipinang

CNN Indonesia | Selasa, 27/11/2018 16:12 WIB
Operasi Pasar Bulog Mulai Tekan Harga Beras di Cipinang Ilusrtrasi beras. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengelola Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) PT Food Station Tjipinang Jaya menyatakan operasi pasar yang dilakukan oleh Perum Bulog mulai berhasil menstabilkan harga beras medium di pasar.

"Sudah mulai turun harga medium, tetapi volumenya belum besar. Minggu ini akan lebih baik lagi," ujar Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (26/11).

Arief mengungkapkan kenaikan harga beras menjelang akhir tahun seperti sekarang telah diprediksi. Salah satu penyebab kenaikan harga adalah produksi beras selama November-Desember 2018 yang tidak sebanyak periode sebelumnya.


Karenanya, beberapa waktu lalu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah melayangkan surat permintaan operasi pasar ke menteri perdagangan untuk kemudian meminta BULOG menindaklanjutinya. "Walaupun beras yang dihasilkan lebih sedikit tetapi kualitasnya baik," ujarnya.


PIBC telah berkoordinasi dengan Bulog untuk melakukan operasi pasar sejak pekan lalu dengan menggelontorkan ribuan beras medium setiap harinya ke pasar. Harga beras OP dibanderol Bulog seharga Rp8.500 per kilogram (kg) atau di bawah harga normal beras medium jenis IR 64 yang Rp8.700 per kg.

"Kami sudah mulai operasi pasar dan akan masif segera," ujarnya.

Hasilnya mulai terlihat dengan turunnya harga beras medium di Cipinang. Berdasarkan data PIBC, harga beras medium IR-64 II dan IR-64 III per Senin (26/11) kemarin masing-masing telah turun menjadi Rp9.850 dan Rp9.050 per kg. Pada pekan kedua November, harga beras IR-64 II dan IR-64 III masih berada di level Rp9.925 dan Rp9.225 per kg.

Operasi Pasar Bulog Mulai Tekan Harga Beras di Cipinang(CNN Indonesia/Hesti Rika)

"Harga Eceran Tertinggi (HET) Medium tidak bisa dijalankan tanpa intervensi teman kami di Bulog," ujar Arief.

Walaupun berhasil menekan, harga beras dengan kualitas premium justru masih tercatat naik. Untuk Beras Cianjur misalnya, awal pekan ini harganya masih Rp13.250 per kg, naik dari posisi awal pekan lalu yang hanya Rp13.200 per kg. Beras Cianjur Slyp juga naik dari Rp12.025 per kg menjadi Rp12.075. Sebagai catatan, harga acuan tertinggi untuk beras premium adalah Rp12.800 per kg.

Adapun stok akhir beras PIBC per Senin (26/11) kemarin mencapai 52.920 ton atau naik dari posisi awal bulan yang hanya 50.403 ton.

Sebagai informasi, pekan lalu, Perum Bulog telah menggelontorkan beras medium ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sebanyak seratus ton. Selanjutnya, Bulog akan memasok dua ribu ton per hari ke PIBC.

(sfr/agt)