Gara-gara Macet, 40 Persen Warga Bekasi Berbelanja Online

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Selasa, 04/12/2018 08:56 WIB
Gara-gara Macet, 40 Persen Warga Bekasi Berbelanja Online Ilustrasi belanja online. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan (APPBI) Bekasi, Jawa Barat, mencatat sekitar 40 persen transaksi belanja masyarakat di wilayah setempat menyasar perdagangan secara elektronik atau online.

"Sisanya, transaksi dilakukan secara offline melalui pusat perbelanjaan maupun pasar lain," kata Ketua (APPBI) Bekasi Djaelani di Bekasi, mengutip Antara, Senin (3/12).

Menurut dia, pola transaksi secara online itu dirasakan warga Bekasi lebih praktis serta tidak menyita banyak waktu.


Besaran persentase melalui layanan e-commerce itu juga dipicu oleh kemacetan lalu lintas selama bergulirnya sejumlah proyek infrastruktur transportasi publik di wilayah Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, serta sebagian wilayah Karawang.

"Kepadatan lalu lintas saat ini sangat berpengaruh pada pola berbelanja di mal. Misalnya sekarang banyak pembangunan di sekitar Tol Jakarta-Cikampek yang membuat orang masuk ke mal menjadi sulit, sehingga banyak konsumen yang cari akses mudah untuk berbelanja, salah satunya melalui online," jelasnya.

Namun demikian, sebanyak 18 mal yang kini beroperasional di wilayah Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi mulai mengintensifkan strategi promosi produk tenant mereka guna mendongkrak angka transaksi menjelang tahun baru 2019.


Konsep promosi yang dirasa efektif oleh sebagian pengelola mal adalah 'midnight sale' dengan mengusung tema 'one stop shopping'.

"Orang Bekasi itu konsumtif sejak masifnya pembangunan mal sejak 2010 lalu hingga sekarang. Pada Desember ini ada pengelola mal yang menggelar event rutin midnight sale, 'fashion buy one get one', kuliner juga begitu, beli mie dapat nasi goreng hingga belanja dapat diskon," ujar Djaelani.

Upaya tersebut, lanjutnya, tengah diintensifkan mayoritas tenant di mal untuk menarik minat berkunjung masyarakat ke pusat perbelanjaan menjelang pergantian tahun.


"Kuncinya adalah akses dan kelengkapan produk tenant. Pengunjung mau beli pakaian bayi, dia bisa sekalian makan dengan keluarga atau dia beli alat rumah tangga tapi sekalian belanja fashion," katanya.

Dengan upaya tersebut, pengelola pusat perbelanjaan menargetkan kenaikan nilai transaksi sebesar 10 persen - 35 persen di sejumlah mal di Bekasi hingga Desember 2018.

"Target kami melalui serangkaian promosi produk ini bisa mendongkrak angka transaksi konsumen hingga 35 persen menjelang 2019," tandasnya.


(bir)