OJK Ramal Penghimpunan Dana di Pasar Modal Naik usai Pilpres

CNN Indonesia | Selasa, 04/12/2018 09:34 WIB
OJK Ramal Penghimpunan Dana di Pasar Modal Naik usai Pilpres Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso memperkirakan penghimpunan dana di pasar modal tahun depan berpotensi lebih meningkat dari tahun ini tertopang hasil pemilihan presiden yang baik. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan penghimpunan dana (fundraising) di pasar modal tahun depan berpotensi lebih meningkat dari tahun ini. Kepastian dari hasil pemilihan presiden (pilpres) yang berlangsung pada April 2019 mendatang akan mendorong pasar untuk mencari pendanaan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Ke depan kan sudah habis pemilu (pemilihan umum), jadi lebih antusias," ucap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Senin (3/12).

Sayangnya, ia tak memberikan kisi-kisi berapa jumlah potensi penghimpunan dana di pasar modal sepanjang 2019. Wimboh memastikan jumlahnya akan meningkat signifikan.


Apalagi, sambung Wimboh, guncangan dari potensi kenaikan suku bunga acuan The Fed berkurang menjadi hanya dua kali dari tahun ini yang berpotensi sebanyak empat kali. Tercatat, The Fed sudah menaikkan suku bunga acuan sebanyak tiga kali menjadi 2-2,5 persen tahun ini dan masih berpeluang mengerek sekali lagi suku bunga acuannya bulan ini.


"Investasi jangka panjang yang lebih marak terjadi pada tahun depan karena tahun depan akan lebih pasti karena guncangan dari efek normalisasi sudah lebih mild (ringan)," papar Wimboh.

Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga akan mendorong investor asing dan domestik untuk berinvestasi di Indonesia. Hal itu sudah mulai terlihat beberapa waktu terakhir semenjak rupiah kembali ke area Rp14 ribu per dolar AS.


"Sekarang saja begitu nilai tukar rupiah sudah agak kuat itu ada aliran modal asing masuk, aliran modal asing itu pasti dorong nanti penghimpunan dananya besar," ujar Wimboh.

Merujuk RTI Infokom, nilai tukar rupiah sore ini meningkat 0,25 persen atau 35 poin ke level Rp14.246 per dolar AS. Sepanjang hari ini, rupiah bergerak dalam kisaran Rp14.209-Rp14.298 per dolar AS.

Sementara, OJK mencatat hingga 23 November 2018 total perhimpunan dana oleh korporasi sebesar Rp156 triliun. Sementara, jumlah emiten baru di BEI sudah mencapai 56 emiten atau lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu yang hanya 46 emiten baru.

(aud/agt)