Eks Direktur Eksekutif Bank Dunia Jadi Staf Ahli Sri Mulyani

CNN Indonesia | Sabtu, 08/12/2018 01:24 WIB
Eks Direktur Eksekutif Bank Dunia Jadi Staf Ahli Sri Mulyani Menteri Keuangan Sri Mulyani. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo kembali mengangkat Andin Hadiyanto menjadi Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional. Sebelumnya, Andin pernah memegang jabatan yang sama pada periode Januari 2013 hingga Oktober 2016, sebelum ditugaskan menjadi Direktur Eksekutif Bank Dunia yang mewakili sebelas negara, termasuk Indonesia.

"Saya percaya bahwa saudara (Andin) akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan, " ujar Sri Mulyani dalam acara pelantikan Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jumat (7/12).

Sri Mulyani mengungkapkan tantangan makro ekonomi global ke depan akan sangat tinggi dan dinamis. Karenanya, Sri Mulyani berharap latar belakang dan pengalaman Andin di Bank Dunia bisa menjadi bekal untuk bisa menjalankan tugasnya dengan baik sembari bekerja sama dengan unit-unit lain. Dia berharap Andin bisa melihat pengaruh perkembangan global kepada perekonomian Indonesia, baik kepada makro ekonomi maupun kebijakan fiskal.


"Saya ingin Andin menjalankan tugasnya dengan perspektif yang baru. Saya tidak ingin hanya dikerjakan seperti biasa karena merasa sudah pernah di posisi ini," ujarnya.


Selain itu, Sri Mulyani juga berpesan kepada Andin agar Indonesia tidak hanya sekedar menjadi peserta pertemuan internasional. Namun, ia berharap Indonesia selalu punya peran yang aktif dalam pertemuan tersebut.

"Dengan pengalaman yang ada dan pengamatan yang ada, saya memiliki keyakinan bahwa Indonesia memiliki banyak pengalaman, pengetahuan, dan pencapaian yang bisa ditawarkan kepada dunia internasional sebagai sumbangan kita untuk menciptakan tatanan dunia yang damai berdasarkan pada perdamaian abadi dan keadilan sosial," ujarnya.

Lebih lanjut, Sri Mulyani juga meminta Andin untuk menindaklanjuti hasil pertemuan G20 di Buenos Aires, Argentina beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin 20 negara dengan perekonomian terbesar di dunia mengharapkan adanya reformasi di tatanan global di sektor perdagangan.

"Apa antisipasi dari perubahan ini ke depan? Apa yang harus kita lakukan sebagai negara untuk mempersiapkan dan mengambil kesempatan yang sebaik-baiknya dan apa harus kita lakukan untuk menjaga ekonomi domestik kita agar kita mampu melihat dinamika ini dan pengaruh negatifnya yang merembes ke dalam negeri?" ujarnya. (sfr/agt)