Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengatakan pemerintah yakin dapat menyelesaikan proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,35 kilometer yang dibangun sejak 2017 tersebut.
"Kami mulai membangun tol ini sejak 2017. Sebagian dari tol ini, yakni Seksi II, Seksi III, dan Seksi IV, diharapkan dapat dibuka pada April 2019. Sedangkan dua seksi lainnya (Seksi I dan Seksi V) akan dapat digunakan mulai Desember 2019" ujar Susiwijono dalam keterangan tertulis, Jumat (14/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susiwijono mengatakan keberadaan tol dengan nilai investasi mencapai Rp9,97 triliun itu cukup vital karena akan meningkatkan konektivitas dan mengurangi jarak tempuh sekaligus biaya logistik antar kedua wilayah.
Pada akhirnya, pemangkasan biaya logistik akan berimplikasi pada efisiensi produksi sektor-sektor andalan. Sebagai jalan tol pertama di Pulau Kalimantan, Tol Balikpapan-Samarinda ini diharapkan mampu mendorong pengembangan kawasan-kawasan industri yang bergerak di sektor kelapa sawit, batubara, migas, dan pertanian di kedua kota.
Untuk meningkatkan kelayakan finansial, pemerintah memberi dukungan konstruksi yang dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), maupun pinjaman luar negeri. Dukungan ini tepatnya diberikan pada Seksi I yang memiliki panjang 22 km dan Seksi V sepanjang 11 km. (lav)