Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Beroperasi April 2019

CNN Indonesia | Sabtu, 15/12/2018 20:45 WIB
Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Beroperasi April 2019 Ilustrasi jalan tol. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian optimistis Jalan Tol rute Balikpapan-Samarinda sebanyak tiga seksi dapat beroperasi pada April 2019, sedangkan sisa dua seksi akan beroperasi Desember tahun depan.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengatakan pemerintah yakin dapat menyelesaikan proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,35 kilometer yang dibangun sejak 2017 tersebut.

"Kami mulai membangun tol ini sejak 2017. Sebagian dari tol ini, yakni Seksi II, Seksi III, dan Seksi IV, diharapkan dapat dibuka pada April 2019. Sedangkan dua seksi lainnya (Seksi I dan Seksi V) akan dapat digunakan mulai Desember 2019" ujar Susiwijono dalam keterangan tertulis, Jumat (14/12).



Susiwijono mengatakan keberadaan tol dengan nilai investasi mencapai Rp9,97 triliun itu cukup vital karena akan meningkatkan konektivitas dan mengurangi jarak tempuh sekaligus biaya logistik antar kedua wilayah.

Pada akhirnya, pemangkasan biaya logistik akan berimplikasi pada efisiensi produksi sektor-sektor andalan. Sebagai jalan tol pertama di Pulau Kalimantan, Tol Balikpapan-Samarinda ini diharapkan mampu mendorong pengembangan kawasan-kawasan industri yang bergerak di sektor kelapa sawit, batubara, migas, dan pertanian di kedua kota.

Sebagai informasi, rencana pembangunan proyek tol Kalimantan itu berlangsung sejak Juni 2016, dimulai dengan lelang yang dimenangkan oleh PT Jasamarga Balikpapan-Samarinda sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), dengan penjaminan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII). Skema pendanaan jalan tol menggunakan Contractor Pre Financing yang mewajibkan kontraktor melakukan konstruksi terlebih dahulu. Kemudian BUJT membayar setelah konstruksi selesai.


Untuk meningkatkan kelayakan finansial, pemerintah memberi dukungan konstruksi yang dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), maupun pinjaman luar negeri. Dukungan ini tepatnya diberikan pada Seksi I yang memiliki panjang 22 km dan Seksi V sepanjang 11 km. (lav/lav)