Seperti diketahui dalam pernyataannya beberapa waktu lalu Prabowo menyebut pendapatan per kapita Indonesia setingkat dengan sejumlah negara miskin di benua Amerika dan Afrika seperti Haiti serta Rwanda."Jangan memberikan informasi yang menyesatkan rakyat kita. Itu kan tidak elok jadi seolah-olah negeri kita ini dalam keadaan yang sangat sulit, tidak betul, sama sekali tidak betul," ucap Luhut di kantornya, Jakarta, Kamis (27/12).
Bank Dunia saat ini menggolongkan negara berdasarkan pendapatannya dalam empat kelompok. Pertama, kelompok negara berpendapatan rendah. Standar maksimal pendapatan per kapita negara berpendapatan rendah menurut Bank Dunia adalah US$1.045.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keempat, negara berpendapatan tinggi dengan pendapatan per kapita US$12.475. Indonesia sendiri masuk dalam negara berpendapatan per kapita dengan kelas menengah bawah.
Menurutnya, Prabowo bukanlah institusi yang bisa menilai pendapatan per kapita suatu negara. "Kok dia yang mengatur itu. Kan ada World Bank, ada yang menilai, ada institusi-institusi yang kredibel. Kita kan bukan institusi, saya juga bukan yang bisa menilai itu berapa," ujarnya.
Lebih lanjut Luhut mengatakan di 2019 Indonesia bakal menjadi salah satu negara berkembang (the new emerging market) terbaik bersama-sama dengan Brasil. "Indonesia bahkan kemarin dari Bloomberg masih diberitahu akan dengan Brasil nge-lead negara emerging market di tahun 2019. Jadi kita dikategorikan salah satu negara terbaik di antara negara emerging market," ucap dia.