Luhut Minta Prabowo Tak Sesatkan Masyarakat dengan Data Salah

CNN Indonesia | Kamis, 27/12/2018 19:21 WIB
Luhut Minta Prabowo Tak Sesatkan Masyarakat dengan Data Salah Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan meminta calon Presiden Prabowo Subianto untuk tidak menyesatkan masyarakat dengan memberikan informasi yang salah. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritan Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan pendapatan per kapita Indonesia masih lebih baik ketimbang Haiti dan Rwanda.Pernyataan tersebut dilontarkannya menjawab ucapan calon Presiden Prabowo Subianto.

Seperti diketahui dalam pernyataannya beberapa waktu lalu Prabowo menyebut pendapatan per kapita Indonesia setingkat dengan sejumlah negara miskin di benua Amerika dan Afrika seperti Haiti serta Rwanda.
"Jangan memberikan informasi yang menyesatkan rakyat kita. Itu kan tidak elok jadi seolah-olah negeri kita ini dalam keadaan yang sangat sulit, tidak betul, sama sekali tidak betul," ucap Luhut di kantornya, Jakarta, Kamis (27/12).

Bank Dunia saat ini menggolongkan negara berdasarkan pendapatannya dalam empat kelompok. Pertama, kelompok negara berpendapatan rendah. Standar maksimal pendapatan per kapita negara berpendapatan rendah menurut Bank Dunia adalah US$1.045. 


Kedua, negara berpendapatan menengah ke bawah dengan batasan pendapatan per kapita US$1046-4.025. Ketiga, negara berpendapatan menengah ke atas dengan pendapatan per kapita US$4.127-12.745.


Keempat, negara berpendapatan tinggi dengan pendapatan per kapita US$12.475. 
Indonesia sendiri masuk dalam negara berpendapatan per kapita dengan kelas menengah bawah.

Tahun lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Pendapatan Domestik Bruto (PDB) per kapita Indonesia adalah Rp51,89 juta per tahun atau sekitar US$3.876,8 per tahun. 
Luhut mengatakan sudah ada institusi yang menilai bahwa pendapatan per kapita Indonesia tidak seburuk yang digambarkan oleh mantan rekannya di Detasemen Khusus Penanggulangan Teror 81 itu.

Menurutnya, Prabowo bukanlah institusi yang bisa menilai pendapatan per kapita suatu negara. 
"Kok dia yang mengatur itu. Kan ada World Bank, ada yang menilai, ada institusi-institusi yang kredibel. Kita kan bukan institusi, saya juga bukan yang bisa menilai itu berapa," ujarnya.

Lebih lanjut Luhut mengatakan di 2019 Indonesia bakal menjadi salah satu negara berkembang (the new emerging market) terbaik bersama-sama dengan Brasil. "Indonesia bahkan kemarin dari Bloomberg masih diberitahu akan dengan Brasil nge-lead negara emerging market di tahun 2019. Jadi kita dikategorikan salah satu negara terbaik di antara negara emerging market," ucap dia.

Lebih lanjut, Luhut meminta kepada Prabowo agar tidak menggaungkan kampanye menyesatkan."Saya enggak ada masalah, kampanye silakan saya senang lihat kampanye tapi sebagai yang senior kita ini, jangan bohong, jangan memberikan kampanye menyesatkan," ucapnya. (sah/agt)